HUT RI

Atasi Lack of Capacity, PT Angkasa Pura I (Persero) Percepat Pembangunan dan Pengembangan Bandara

Rabu, 16 August 2017 11:26 WIB Penulis: MI

Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo---Dok. Angkasa Pura

KONDISI lack of capacity dialami hampir semua bandara utama di Indonesia. Membaiknya kondisi perekonomian dan makin maraknya maskapai bertarif murah atau low cost carrier (LCC) memicu meningkatnya jumlah penumpang angkutan udara di Tanah Air. Namun, pertumbuhan itu tidak sebanding dengan kapasitas dan fasilitas bandara yang ada saat ini.

Menghadapi kondisi itu, PT Angkasa Pura I (Persero) terus berupaya melakukan percepatan terhadap proyek pengembangan dan pembangunan beberapa bandara. Terakhir, 27 Januari 2017 lalu, Presiden Jokowi Widodo melaksanakan peletakkan batu pertama untuk proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, sebagai pengganti Bandara Adisutjipto yang memang sudah dirasakan tak layak lagi untuk menampung derasnya trafik penumpang. Kehadiran Presiden beserta jajaran menteri terkait menunjukkan keseriusan pemerintah untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional, termasuk bandara yang terletak di tepi Samudera Indonesia ini. “Bandara Internasional Yogyakarta Baru ini sudah direncanakan sekitar 6-7 tahun lalu.,” tegas Presiden.

Jokowi menuturkan, saat ini Bandara Adisutjipto yang berkapasitas hanya 1,6 juta penumpang sudah dipakai 7,2 juta orang penumpang per tahun. “Sudah sesak, crowded. Maka mau tak mau (pembangunan bandara) harus segera dimulai. Bandara ini nantinya kalau sudah selesai akan berkapasitas 14 juta penumpang, besar sekali. Tahap kedua bahkan akan sampai 20 juta penumpang,” katanya.

PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan investasi Rp9,3 triliun untuk merampungkan megaproyek berkonsep airport city ini. Bandara baru ini pada pembangunan tahap I (2020-2031) akan memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi dengan kapasitas penumpang hingga 14 juta penumpang per tahun, runway 3.250 meter, dan apron berkapasitas 35 pesawat. Hampir 9 kali lipat lebih besar dibanding luas terminal

Selain Bandara Internasional Yogyakarta, PT Angkasa Pura I (Persero) juga tengah melakukan pengembangan dua bandara lainnya, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang yang ditargetkan beroperasi tahun 2018 dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang ditargetkan selesai tahun 2019. Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan floating airport atau bandara di atas air pertama di Indonesia.

Pengembangan area terminal Bandara Ahmad Yani nantinya mengimplementasikan konsep eco-airport dengan rancangan bandara direncanakan, dikembangkan, dan dioperasikan untuk menciptakan sarana dan prasarana perhubungan yang ramah lingkungan serta berkontribusi positif kepada lingkungan hidup. Nantinya, kapasitas terminal Bandara Ahmad Yani dapat menampung 7 juta penumpang per tahun dengan luas terminal 58 ribu meter persegi. Saat ini, bandara ini hanya menampung sekitar 800 ribu penumpang per tahun.

Sementara Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin akan dikembangkan dalam dua tahap. Pada tahap I bandara akan dikembangkan menjadi 65 ribu meter persegi untuk dapat menampung 6 juta penumpang per tahun dari kapasitas saat ini yang hanya 1,3 juta penumpang per tahun. Pada tahap II, bandara akan diperluas menjadi 108 ribu meter persegi dengan kapasitas 10 juta penumpang per tahun. (S1-25)

Komentar