HUT RI

Kirab Pemuda Nusantara untuk Merawat Kebhinnekaan

Rabu, 16 August 2017 11:32 WIB Penulis: Gnr/S1-25

Dok. Kemenpora

INDONESIA memiliki ciri masyarakat majemuk dengan kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan yang sangat terlihat.

Menurut data, Bangsa Indonesia terdiri dari 1.128 suku bangsa dengan 719 bahasa etnik, 6 agama resmi, dan aliran kepercayaan yang hidup di masyarakat. Semua itu menggambarkan kemajemukan.

Jumlah penduduk Indonesia lebih dari 250 juta, dengan 62,8 juta adalah usia pemuda, yang tinggal di 34 provinsi, 98 kota/416 kabupaten, 81.626 desa/kelurahan dan mendiami ribuan pulau, menunjukkan keragaman budaya.

Perkembangan mutakhir kebangsaan Indonesia mendapat tantangan dari arus dalam maupun dari luar yang berpotensi mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memandang perlu menyelenggarakan kegiatan yang merawat persatuan Indonesia yang dinamakan Kirab Pemuda Nusantara 2017.

Kegiatan yang menyasar pemuda dengan rentang usia 16-30 tahun menjadi strategis untuk mentransfer semangat persatuan dari generasi tua ke generasi muda. Apalagi, generasi milenial tidak mengalami berbagai tonggak sejarah perjalanan bangsa, baik di masa pembangunan maupun di masa perjuangan kemerdekaan. Tentulah mereka tidak menghayati berat dan sulitnya menciptakan dan merawat persatuan bangsa.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, saat meresmikan peluncuran Kirab Pemuda Nusantara 2017, menyebutkan bahwa program tersebut merupakan salah satu program kepemudaan unggulan Kemenpora. Melalui kegiatan tersebut, pemuda Indonesia diharapkan memiliki pemahaman yang baik dalam menerima perbedaan sebagai kekuatan bukan ancaman, dan memiliki tradisi toleransi dalam menghadapi perbedaan.

“Untuk itulah kami mengangkat tema Kirab pemuda nusantara untuk persatuan Indonesia dengan slogan dan #Berani Bersatu dalam Kirab Pemuda Nusantara,” terang Menpora di hadapan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga seluruh Indonesia dan Komunitas Pemuda Kreatif di Gedung Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Slogan yang dibuat kekinian tersebut karena menyasar anak muda dengan jumlah lebih dari 62 juta orang di seluruh Indonesia untuk bergerak merawat persatuan.

Kirab Pemuda Nusantara 2017 dimulai dan akan bergulir pada awal September hingga November mendatang di 34 provinsi. Kegiatan ini akan diikuti peserta inti yang akan pawai tapak tilas kebhinnekaan dengan mengelilingi wilayah Indonesia selama 72 hari. “Angka 72 kita ambil dari angka ulang tahun kemerdekan RI yang ke-72,” jelas Menpora.

Perjalanan dimulai dari dua titik, yakni terutara dan terselatan Indonesia. Titik paling selatan wilayah Indonesia, yaitu Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT, menjadi titik awal perjalanan, melintasi wilayah paling timur Indonesia, Merauke. Perjalanan berakhir di Kota Solo, Jawa Tengah.

Perjalanan dari titik paling utara wilayah Indonesia, yaitu Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaut, Provinsi Sulawesi Utara. Perjalanan dilakukan ke arah sisi utara, dilanjutkan ke arah barat, hingga titik paling barat Indonesia, yaitu Sabang. Perjalanan ini pun berakhir di Solo.

Menpora mengharapkan, Kirab Pemuda Nusantara akan meningkatkan semangat patriotisme dan kecintaan pemuda terhadap NKRI, meningkatnya persatuan pemuda dengan tingginya penghormatan tehadap kebhinnekaan. Selain itu, menjadikan kreativitas sebagai solusi terhadap penyikapan atas kebhinnekaan untuk memperkukuh persatuan dan kemajuan bangsa.

“Dengan melewati situs-situs sejarah bangsa di seluruh rute yang dilewati pasti akan memberikan pengalaman dan pemahaman akan arti persatuan serta kecintaan terhadap bangsa. Jika dikemas dengan baik, maka ini juga akan menjadi ajang promosi pariwisata lokal dan mendorong potensi daerah dan mampu memunculkan ikon-ikon pemuda kreatif yang bisa menginspirasi Indonesia dengan karya-karyanya,” harapnya lagi.

Pawai seni dan budaya Kirab Pemuda Nusantara 2017 akan diikuti pemuda terbaik yang lolos seleksi yang diadakan Kemenpora. Setiap provinsi akan diwakili dua pemuda (1 laki-laki dan 1 perempuan) sebagai peserta inti.

Dalam kirab yang bernuansa pawai seni dan budaya akan didukung oleh peserta pendukung yang terdiri dari para duta pemuda kreatif, pemuda pelopor, perwakilan pemuda berprestasi, mahasiswa/pelajar, dan komunitas pemuda kreatif yang ada dari setiap daerah yang ada disetiap provinsi yang disinggahi peserta kirab.

Peserta inti yang terpilih nantinya akan dibekali dengan materi mulai dari Kepemimpinan, Revolusi Mental, dan 4 Pilar Wawasan Kebangsaan, Pemahaman Seni dan Budaya Indonesia, Pengembangan Kreativitas Pemuda, Pengembangan Kepribadian dan Komunikasi Efektif, Pengembangan Jejaring untuk Membangun Nusantara, hingga Workshop Pengembangan Program Pasca-Kirab.

“Kami perkirakan ada sekitar 1 (satu) juta pemuda yang akan menerima manfaat, baik langsung maupun tak langsung dalam memeriahkan kegiatan Kirab Pemuda Nusantara 2017,” jelas Eny Budi Sri Haryani, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda selaku unit teknis Kemenpora yang menyelenggarakan kegiatan ini.

Ia pun menjelaskan dipilihnya Solo sebagai titik akhir perjalanan Kirab Pemuda Nusantara 2017. “Solo adalah kota kreatif dan kota budaya yang memiliki beragam kebudayaan. Kota ini juga tempat di mana Boedi Oetomo menggerakkan kebangkitan pemuda Nusantara untuk Republik Indonesia, Monumen Lilin di Solo menjadi monumen bersejarah untuk kebangkitan pemuda Nusantara,” tutur Eny.

Ia mengemukakan, perjalanan Kirab Pemuda Nusantara 2017 dilakukan dengan berjalan kaki, mengendarai kendaraan angkutan darat, mengarungi lautan menggunakan angkutan laut, dan menggunakan pesawat udara. Kombinasi penggunaan alat transportasi disesuaikan dengan kondisi geografi dan ketersediaan waktu.

Selain itu, jelasnya, akan ada sejumlah kegiatan di setiap daerah yang dilintasi peserta kirab, yakni Konsolidasi dan Deklarasi Pemuda untuk NKRI, Tapak Tilas Kebhinnekaan, Pawai Seni dan Budaya Pemuda, Festival dan Kompetisi Film Pendek Pemuda, Festival dan Kompetisi Band Indie Pemuda, Pameran Kreativitas Pemuda, Pergelaran Kreasi Busana Muslimah Pemuda, Talkshow, Workshop, dan Seminar, Temu Komunitas Pemuda Kreatif, Bakti Sosial Lingkungan Pemuda, Pemuda Membaca kitab Suci, Olahraga Rekreasi Bersama Pemuda, dan Color Nite Run. (Gnr/S1-25)

Komentar