Humaniora

Dua Orang Meninggal Akibat MERS, Jemaah Diimbau Waspada

Ahad, 13 August 2017 09:32 WIB Penulis: Siswantini Suryandari

Untuk mencegah penularan virus yang ada di Arab Saudi selama prosesi haji, termasuk virus MERS, jemaah wajib menggunakan masker saat di luar pemondokan. -- MI/Siswantini Suryandari

DUA orang dinyatakan meninggal terserang virus MERS Cov di Arab Saudi. Laporan dari Arab News menyebutkan dua orang itu adalah pria Arab Saudi berusia 58 tahun dan seorang pria ekspatriat berusia 50 tahun.

Kedua pria meninggal setelah terinfeksi sindrom pernafasan di Timur Tengah pada Kamis (10/8). Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam pernyataan di Arab News membenarkan adanya dua orang yang meninggal terinfeksi virus Mers CoV di saat jutaan orang berdatangan ke Arab untuk beribadah haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka melalui pesan singkat yang diterima Media Center Haji, Sabtu (12/8) malam membenarkan adanya dua orang meninggal karena terinfeksi virus MERS CoV.

“Kami (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji/PPIH) tetap waspada dengan Mers-CoV. Benar ada dua orang yang meninggal karena virus ini. Satu warga Arab Saudi dan satu lagi ekspatriat. Lokasi keduanya berada di luar kota haji, tepatnya di sebelah utara Saudi,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusuf Singka.

Selain kasus kematian dengan dugaan virus tersebut, ada dua kasus lagi yang menimpa dua perempuan ekspatriat berusia 38 dan 42 tahun di Provinsi Al Jouf. “Kota tempat korban Mers-CoV adalah Hail dan Khamis Mushayt."

Eka mengaku mendapat informasi dari Tim Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah. Tim Kesehatan Haji melalui Tim Promotif dan Preventif (TPP) telah melakukan penyuluhan kepada semua jemaah haji agar berhati-hati dan menjaga kesehatan selama dI Arab Saudi.

“Selalu mencuci tangan dengan sabun saat akan memegang makanan dan jangan mendekati onta karena onta diprediksi sebagai medium penularan Mers-CoV. Kami sarankan agar jamaah haji jangan berfoto dengan onta. Jemaah juga diharapkan mengunduh aplikasi haji sehat yang bisa diunduh melalui PlayStore. Di sini banyak penyuluhan untuk jemaah haji Indonesia,” pinta Eka.

Selain itu, Eka mengatakan, jemaah diharapkan mengenakan masker sebagai upaya mencegah penularan. Pencegahan sendiri dilakukan dengan melibatkan 30 Tim Promosi Preventif yang selalu menekankan kepada jemaah haji agar selalu hidup bersih dan sehat.

Pada kesempatan berbeda, Kasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Edi Supriyatna mengatakan, tim kesehatan akan bekerja keras memberikan pemahaman kepada jemaah haji agar terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

“Kami telah memiliki TPP dan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan pertolongan gawat darurat dan pengendalian faktor risiko dari semua penyakit yang yang ada di Arab Saudi. Jadi bukan hanya untuk penyakit Mers-CoV saja,” paparnya.

Dikatakannya, dalam materi penyuluhan yang disampaikan kepada jemaah agar jemaah tidak melakukan aktivitas berlebihan, serta tidak perlu berkunjung ke peternakan. (OL-3)

Komentar