Olahraga

Janji Surga Menanti Atlet Akuatik

Ahad, 13 August 2017 09:22 WIB Penulis: Budi Ernanto

Para pemain timnas polo air putra tengah berlatih di kolam renang Pertamina Simprug, Jakarta, Jumat (4/8). Tim polo air putra diharapkan bisa menyumbang medali untuk kontingen ‘Merah-Putih’ di SEA Games Kuala Lumpur 2017 nanti. -- ANTARA/SIGID KURNIAWAN

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Novian Bakrie menjanjikan bonus untuk para atlet akuatik yang meraih medali emas di SEA Games Kuala Lumpur 2017.

Peraih emas perorangan bakal diganjar dengan bonus Rp100 juta, nomor beregu Rp300 juta, dan nomor tim 2-4 orang masing-masing mendapat Rp50 juta.

“Bonus itu untuk memotivasi para atlet. Saya dan PB berharap para atlet bisa mempersembahkan medali emas demi kebanggaan Tanah Air dan menjadi kado bagi HUT ke-72 Indonesia. Ada 68 atlet yang diterjunkan PRSI ke SEA Games 2017 di Malaysia,” kata Anindya di Jakarta, kemarin.

Para atlet akuatik yang berangkat ke Malaysia akan mengikuti sejumlah cabang olahraga, yakni renang, renang indah, loncat indah, polo air putra dan putri, serta renang perairan terbuka. Mereka akan bertarung untuk memperebutkan 60 medali emas, dengan rincian 38 medali emas di cabang renang, 2 di cabang polo air putra dan putri, 13 di cabang loncat indah, 5 di cabang renang indah, dan 2 di renang perairan terbuka.

PRSI menargetkan perolehan lebih baik daripada raihan SEA Games lalu, yakni satu medali emas. Pada SEA Games 2015 di Singapura, cabang akuatik hanya menyumbangkan dua perak dan empat perunggu. Dua perak dan satu perunggu dari nomor loncat indah, sedangkan tiga perunggu didapat dari renang indah.

Terkait dengan bonus, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi secara terpisah mengatakan pemerintah bakal memberikan bonus bagi para atlet berprestasi yang berangkat ke Malaysia tanpa dibiayai pemerintah. Menurutnya, bonus tersebut bentuk apresiasi karena mereka rela bersusah payah membela Indonesia di luar negeri.

“Dulu juga sempat ada atlet yang pergi sendiri dan diganjar bonus, tapi saya lupa cabang apa. Mereka bisa dapat perak saat itu di SEA Games dan bahkan bonusnya dikasih lebih karena mereka mampu membuat sejarah bagi Indonesia.”

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia Helen Sarita de Lima menyatakan bonus hanya tersedia bagi atlet yang berangkat dengan menggunakan APBN. Telah ada perjanjian dengan KOI bahwa atlet yang menggunakan dana pribadi ke SEA Games tidak akan menuntut bonus. “Tapi, kalau pemerintah punya kebijakan lain, beda cerita.”

Yayuk Basuki, legenda tenis Indonesia yang kini duduk sebagai anggota Komisi X DPR, mengatakan selain bonus, yang patut diperhatikan pemerintah ialah tunjangan untuk hari tua para atlet dan pelatih. “Bonus ya bisa digunakan untuk tabungan atau investasi. Tapi, perlu kepastian mengenai hari tua mereka agar tidak khawatir, mereka aman nantinya,” kata politkus asal PAN itu.

Jadi tumpuan
Petenis Christopher Benjamin Rungkat memastikan diri tampil di SEA Games 2017. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Pelti Donald Wailand Walalangi mengatakan Christopher akan mengikuti nomor tunggal dan ganda putra.

“Dia akan tiba di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (19/8) depan. Keha-dirannya akan membuka peluang cabor tenis meraih target dua medali emas,” kata Donald.
Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi Permainan 4 Satlak Prima Boyke Adam Hatena Manopo mengamini harapan Donald. (R-3)

Komentar