Travelista

Menjemput Turis dari Udara

Ahad, 13 August 2017 04:31 WIB Penulis: Gan/M-1

MI/GANA BUANA

Kerja Sama antara Kementerian Pariwisata Indonesia dan maskapai penerbangan di Malaysia merupakan hal yang pertama terjadi. Ini dilakukan untuk mencapai target kedatangan turis wisatawan periode 2017-2019, apalagi 80% turis asing datang ke Indonesia melalui transportasi udara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan, pihaknya terus berupaya mencari peluang untuk mendatangkan turis asing ke Tanah Air. Tiga program prioritas utama pariwisata digital, homestay desa wisata, dan konektivitas udara. "Tahun ini target kita bisa menggaet 15 juta wisatawan mancanegara dan 265 juta wisatawan domestik. Bahkan targetnya pada 2019 meningkat hingga 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan domestik," ujar Arief.

Melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan di Malaysia, jumlah kursi maskapai bisa membantu mencapai target kedatangan wisatawan pada 2017-2019. Kerja sama ini juga bertujuan mempromosikan keindahan Indonesia di semua destinasi unggulan. Indonesia memiliki banyak pemandangan alam yang indah dan kaya akan flora dan fauna sehingga program ini akan semakin memperkuat komitmen untuk mempromosikan 'Wonderful Indonesia' di Malaysia.

"Diharapkan rute Air Asia ini memudahkan masyarakat khususnya orang Malaysia untuk merasakan Indonesia dari timur ke barat," ujar dia.

Langsung ke destinasi unggulan

Air Asia saat ini menghubungkan Malaysia dengan 15 destinasi menarik di Indonesia dengan penerbangan tanpa henti ke Aceh, Pekanbaru, Padang, Medan, Palembang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Bali, Ujung Pandang, dan Lombok.

Saat ini, lanjut Arief, Kemenpar tengah menyoroti lima destinasi populer di Indonesia. Yang pertama Surabaya dan sekitarnya. Terletak di Provinsi Jawa Timur, Surabaya merupakan kota terpadat kedua di Indonesia setelah Jakarta.

"Ini kota industri modern yang menawarkan banyak atraksi, perbelanjaan, museum, golf, santapan dan kehidupan malam. Sekitar 2,5 jam perjalanan dari Surabaya, kita bisa menemukan Malang, kota dengan iklim ringan dan tempat rekreasi ramah keluarga," kata dia.

Selanjutnya Solo di Jawa Tengah. Secara geografis Solo terletak di sepanjang sungai terpanjang di pulau Jawa, Bengawan Solo. Ada dua kerajaan terkenal di Kota Solo. Yaitu Kraton Solo dan Mangkunegaran. Produk yang paling populer di Solo ialah kain batik, rokok, jamu, dan aneka produk industri ringan.

"Destinasi selanjutnya adalah Semarang, Yogyakarta dan Palembang," kata dia.

Malaysia, peringkat kedua

Sebagai mitra kerja sama, Air Asia berkomitmen meningkatkan penjualan ke Indonesia selama masa kolaborasi. Menurut data resmi yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik Indonesia, kedatangan turis Malaysia secara konsisten berada di peringkat kedua untuk jumlah kedatangan turis asing di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Data dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menunjukkan total lebih dari 502.804 wisatawan dari Malaysia mengunjungi Indonesia selama Januari-Mei 2017. Tahun ini, Kementerian Pariwisata telah menetapkan target kedatangan wisatawan Malaysia sekitar 1,5 juta.

Wakil Menteri Pariwisata untuk Pemasaran Internasional, Kementerian Pariwisata Indonesia, I Gde Pitana, mengapresiasi kerja sama dengan Air Asia. Menurut dia, Air Asia merupakan grup yang kuat dalam konektivitas internasional dan kontribusinya sangat signifikan dalam membantu program pariwisata Indonesia.

"Malaysia salah satu penyumbang pariwisata terbesar di Indonesia Kami berharap dengan komitmen Air Asia, kapasitas duduk di tahun ini akan terpenuhi dan jumlah kedatangan wisatawan ke Indonesia selama masa kerja sama akan meningkat," tambah I Gde Pitana.

Komentar