MI Anak

Kecil-Kecil Pintar Menulis

Ahad, 13 August 2017 01:01 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/Duta

Boneka katak berwarna hijau itu dipegangnya. Sesekali boneka itu pun diajak berbicara dan diajak melompat layaknya katak.

Sambil memakai topeng berwarna hijau, Mazaki Akzarie, siswa kelas 2 SDN Cimpedak Jagakarsa ini mendongeng kisah persahabatan katak bersama patung katak yang dapat berbicara. "Sebenarnya cerita tersebut tentang persahabatan dalam keberagaman, satu sama lain menghargai," kata Zaki, sapaan akrabnya.

Zaki memang sedang mendongeng di hadapan 200 anak siswa SD Islam At-Taqwa dalam acara Satu Dekade Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2017, Jumat (11/8). Kalian tahu apa itu KPCI?

"KPCI ajang pertemuan para penulis cilik serta siswa sekolah dasar (sd) yang tertarik di bidang sastra se-Indonesia," kata kak Mida Ru'yati Laila, Ketua Pelaksana KPCI 2017.

Ajang pertemuan penulis cilik ini sudah diselenggarakan sejak 2008 lo. Dari saat itu telah terkumpul 10 ribu naskah yang diikuti lebih dari 5.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Mau tahu lebih lanjut ikuti terus Medi ya!

Sosialisasi

Dalam usianya yang menginjak satu dekade atau sepuluh tahun, tim KPCI yang berasal dari penerbit Dar! Mizan ini merangkul lebih luas penulis cilik dari seluruh Indonesia. Mereka menyeleksi tulisan yang terkumpul lo.

Ya, ada seleksinya sobat. Oleh karena itu, KPCI mengadakan roadshow ke beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Jogja, Makassar, hingga Bali. "Kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi kepada siswa seluruh Indonesia agar bisa mengikuti kegiatan ini. Kami berharap dapat mengembangkan dunia literasi dan kesusastraan di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak agar minat baca dan juga menulis pada anak dapat meningkat," kata Kak Mida.

Menyemangati untuk ikut acara seru

Kehadiran Zaki, peserta termuda KPCI 2016 dan Nafisa Fausta Fika yang juga peserta KPCI tahun sebelumnya, memberikan semangat kepada semua siswa untuk mengikuti kegiatan yang sama dengannya.

Kedua tamu istimewa tersebut hadir dalam acara talkshow yang berlangsung hari itu. Mereka berbagi pengalaman serunya mengikuti KPCI di tahun lalu. "Banyak kegiatan yang seru. Kami jadi punya teman baru dari berbagai daerah di Indonesia dan tentu menambah pengetahuan menulis," kata Nafisa Fausta Fika, kelas 6 SD Islam At-Taqwa.

Ya, menurut cerita mereka, kegiatan itu bisa beragam lo, mulai dapat teman baru, lomba menulis, hingga wisata edukasi ke suatu tempat. Wah seru kan sobat. Acara ini pun bertujuan mengumpulkan penulis dan pembaca Seri Buku Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) agar dapat bertukar ide dan mendapat pelatihan menulis dari tim Redaksi Mizan.

Lima kategori lomba

Sobat, bagi kalian ingin ikutan, caranya cukup mudah loh. Kamu hanya perlu mengirimkan tulisan ataupun video. Setidaknya ada lima kategori yang bisa dipilih yakni Lomba Cipta Cerpen Penulis, Lomba Cipta Cerpen Pemula, Lomba Cipta Syair, Lomba Cipta Pantun, dan Lomba Mendongeng. Masing-masing harus bertema Indahnya persahabatan dalam keberagaman.

"Seleksi akan ditutup 31 Agustus dan langsung diseleksi hingga menjadi 165 peserta yang kemudian akan dikarantina selama 4 hari 3 malam di Bogor mendatang," kata Kak Mida.

Buku untuk Indonesia

Tak hanya itu, Satu Dekade KPCI menggelar aksi gerakan sosial berbagi buku untuk anak-anak di berbagai daerah terpencil di Indonesia lo sobat. Gerakan yang diberi nama KKPK Reading Movement #KKPKuntukIndonesia ini bertujuan mengasah kepekaan anak-anak dan membangun jiwa berbagi.

Anak-anak dapat meyumbangkan buku jenis apa pun ke tim Mizan. Bagi lima buku yang disumbangkan, mereka akan diberi buku Kecil Kecil Punya Karya (KKPK) seri terbaru lo. Selain dapat buku baru, kalian pun dapat berbagi buku yang tentunya bermanfaat bagi anak-anak yang memiliki akses buku yang cukup sulit. Yuk ikutan sobat! (M-1)

Komentar