Sepak Bola

Liga Santri Diharapkan Lahirkan Bibit Pemain Timnas

Sabtu, 12 August 2017 19:53 WIB Penulis: Depi Gunawan

Mantan bintang Persib Bandung dan tim nasional Indonesia, Zaenal Arif memberikan coaching clinic kepada para pemain Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di lapangan sepakbola Bela Turangga Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) Parongpong, Kabupaten Bandung B

LIGA Santri Nusantara (LSN) ke-3 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olah Raga bekerja sama dengan Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi dibuka, Sabtu (12/8).

LSN 2017 bergulir di 32 region se-Indonesia dengan sistem 'home tournament' atau satu kandang dengan total peserta mencapai 1.024 tim. Juara dari setiap region akan mengikuti putaran nasional dan final pada Oktober 2017 di Bandung, Jawa Barat.

Untuk di region Jabar 2, pertandingan dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Bela Turangga Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Turut hadir dalam pembukaan tersebut adalah Direktur Eksekutif LSN 2017 M Alfuniam serta mantan bintang Persib Bandung dan tim nasional, Zaenal Arif, yang juga jebolan santri di Garut.

Ditemui seusai pembukaan, Alfuniam mengungkapkan, LSN 2017 dibagi dalam 32 region yang mencakup 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan melibatkan setidaknya 990 pertandingan. Dengan digelarnya LSN kali ini, dia berharap ke depan para santri bisa memberikan kontribusi dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola nasional.

"Karena santri itu punya karakter, santri itu punya attitude, santri itu punya akhlak. Semoga dengan adanya kontribusi santri menjadi pemain sepak bola, persepakbolaan Indonesia akan lebih maju dan akan lebih profesional lagi," katanya.

Hadirnya pemain sekaliber Zaenal Arif juga diharapkan menjadi pendorong semangat peserta LSN di Jawa Barat. Keberadaan santri dalam kancah persepakbolaan nasional jangan dipandang sebelah mata, sebab jauh sebelum LSN ini digelar, sudah ada santri-santri yang bermain di liga sepak bola profesional di Indonesia.

"Zaenal Arif ini merupakan salah satu santri pesantren yang telah menjadi pemain Persib, bahkan sempat menjadi pemain nasional. Beliau seorang qori karena sempat juara MTQ juga," ungkapnya.

Sementara itu, Zaenal menyatakan, sekarang ini para santri sudah difasilitasi dalam hal mengembangkan potensinya dalam bermain sepak bola. Karena pada zaman dulu, untuk mengembangkan karier, bahkan untuk bisa bermain di kompetisi nasional sangat sulit, butuh perjuangan keras.

"Adanya LSN ini menjadi potensi bagi anak-anak pesantren untuk menjadi bibit atau cikal bakal pesepak bola nasional, bukan hanya satu, tapi bisa lebih. Kenapa tidak, bisa terwujud, fasilitasnya sudah ada lewat liga santri ini, tinggal bagaimana attitude pemainnya di lapangan," kata Zaenal.

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal, yang juga hadir di lapangan mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah berkomitmen memperbaiki dunia sepak bola Indonesia yang sangat dicintai masyarakat.

"Permasalahan olahraga terutama sepak bola perlu diperbaiki, kita di DPR sudah berkoordinasi dengan Menpora, teman-teman Badan Anggaran dan Komisi X telah menyampaikan dukungan penuh apa yang dilakukan Menpora terkait peningkatan kapasitas persepakbolaan di Indonesia," ucapnya.

Menurut Cucun, diselenggarakannya LSN ini menjadi harapan bagi santri yang selama ini memiliki potensi-potensi terpendam di pesantren-pesantren yang ada seluruh Indonesia tapi tidak mampu ikut SSB (Sekolah Sepak Bola).

"Mudah-mudahan dari sini akan terlahir bintang-bintang sepak bola di Indonesia dari kalangan santri yang luar biasa. Semua anak bangsa ini memiliki hak yang sama, mendapatkan fasilitas, mendapatkan apa yang menjadi hak-hak mereka," jelasnya. (OL-2)

Komentar