Megapolitan

First Travel Lepas Tangan soal Ganti Rugi Uang Calon Jemaah Umrah

Sabtu, 12 August 2017 19:08 WIB Penulis: Arga Sumantri

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

AGEN perjalanan First Travel lepas tangan terkait penggantian kerugian pada calon jemaah umrah yang belum diberangkatkan. Kuasa hukum First Travel, Eggy Sudjana, menyebut, ganti rugi sulit dilakukan karena kliennya ditahan.

"Kami tidak akan bertanggung jawab untuk memenuhi kerugian. Bagaimana mau bertanggung jawab, izinnya sudah di cabut, dia ditahan," kata Eggy di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Eggy menyatakan, dalam kondisi saat ini, pihaknya memastikan tak bisa juga memenuhi janji terhadap para calon jemaah yang mengajukan. Izin operasi yang sudah dicabut jadi alasan lain First Travel. Ia malah meminta pemerintah yang bertanggung jawab mengembalikan duit jemaah.

"Karena yang menutup itu pemerintah, maka yang bertanggung jawab adalah pemerintah," ungkapnya dengan enteng.

First Travel tengah tersandung kasus. Penyedia jasa umrah bertarif murah meriah itu dipolisikan para agen dan calon jemaahnya.

First Travel diduga melakukan penipuan lantaran banyak calon jemaah yang tidak kunjung berangkat ke Tanah Suci. Padahal, banyak dari mereka sudah menunggu diberangkatkan umrah hingga dua tahun.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, sekitar 30 ribu calon jemaah First Travel tak kunjung berangkat. Pada Jumat (4/8), pemilik First Travel, pasangan suami istri Andika Surrachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Pelapor yang terdiri atas agen dan calon jemaah mengaku kecewa karena First Travel tak kunjung memastikan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci. Padahal, mereka telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah ke First Travel sejak 2015.

Bareskrim Polri menangkap Andika dan Anniesa di kompleks perkantoran Kementerian Agama pada Rabu (9/8) pukul 14.00 WIB. Pasangan suami istri itu dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bukan cuma soal penipuan, polisi juga bakal mengusut dugaan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Lewat TPPU, polisi ingin mencari total nilai aset yang dimiliki First Travel. (MTVN/OL-2)

Komentar