Megapolitan

Kemenag Sebut Ada Empat Biro Umrah Seperti First Travel

Sabtu, 12 August 2017 15:12 WIB Penulis: Arga Sumantri

MI/Adam Dwi

KEMENTERIAN Agama mencatat ada empat travel yang sedang diusut lantaran punya kasus serupa First Travel. Dua travel di antaranya dipastikan bakal segera dicabut izinnya.

"Sudah kita siapkan SK (surat keputusan)-nya, sudah kita review dan memenuhi syarat untuk dicabut," kata Kepala Pusat Informasi Kemenag, Mastuki HS, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Mastuki mengatakan, hasil kajian sementara, empat travel bermasalah itu diduga juga melakukan praktik penelantaran calon jemaah. Mereka punya calon jemaah berkisar 1.500 hingga 3.000 orang.

"Tapi mohon maaf saya tidak bisa sebutkan, nanti saja setelah ada SK," ungkapnya.

Kasus biro perjalanan umrah bermasalah tengah jadi sorotan. Terakhir, penyedia jasa umrah berlabel First Travel dipolisikan para agen dan calon jemaahnya.

First Travel diduga melakukan penipuan lantaran banyak calon jemaah yang tak kunjung diberangkatkan. Padahal, banyak dari mereka sudah menunggu diberangkatkan umrah hingga dua tahun.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, sekitar 30 ribu calon jemaah First Travel tak kunjung diberangkatkan. Pada Jumat 4 Agustus 2017, pemilik First Travel, Andika Surrachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Pelapor yang terdiri dari agen dan calon jemaah mengaku kecewa karena First Travel tak kunjung memastikan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci. Padahal, mereka telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah ke First Travel sejak 2015.

Bareskrim Polri menangkap Andika dan Anniesa di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. Pasangan suami istri itu dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bukan cuma soal penipuan, polisi juga bakal mengusut dugaan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Lewat TPPU, polisi ingin mencari total nilai aset yang dimiliki First Travel. (MTVN/OL-2)

Komentar