Ekonomi

Kementan Gerak Cepat Tangani Serangan Hama Padi

Sabtu, 12 August 2017 14:43 WIB Penulis: Andhika Prasetyo

ANTARA/Anis Efizudin

MEMASUKI musim kemarau, serangan hama wereng batang cokelat (WBC) mulai menyerang beberapa wilayah sentra produksi padi nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) pun bergerak cepat dengan segera mengistruksikan tim pengendalian hama lingkup Kementan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Ini dilakukan untuk mengontrol serta mengendalikan serangan WBC supaya tidak meluas," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melalui keterangan resmi, Sabtu (12/8).

Meskipun bukan sebuah ancaman besar, ia menekankan serangan hama yang kerap merusak tanaman padi itu harus tetap diwaspadai dan ditangani dengan cepat.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan yang diolah dari hasil pengamatan pihak internal maupun petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di daerah, total luas lahan yang terkena hama wereng sejak Januari hingga Juli adalah 67.749 hektare (ha).

Adapun, lahan puso atau gagal panen akibat serangan wereng seluas 746 ha.

“Luas lahan yang diserang sangat kecil perbandingannya dibandingkan luas keseluruhan lahan di Indonesia. Tapi pengendalian serangan hama WBC sekecil ini pun harus segera dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi meluasnya ledakan serangan hama. Tidak boleh ada gejolak bisa menurunkan produksi padi nasional,” ujar Amran.

Untuk mencegah serangan WBC semakin meluas, Kementan akan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan perakitan varietas tahan, rekayasa ekologi dan reagroekosistem. Pelaksanaan PHT biointensif pada percepatan perluasan Pengelolaan Tanaman Terpadu juga akan dilaksanakan.

"Saya sudah perintahkan semua unit kerja POPT bergerak. Balai-balai pertanian di daerah segera berkoordinasi dengan pemda setempat untuk mencari spot-spot daerah yang terdampak wereng. Saya minta tiap hari daerah terdampak wereng dimonitor, dan segera dilaporkan, Insya Allah segera teratasi," kata Amran.

Gerak cepat pemerintah pusat dalam antisipasi serangan WBC diapresiasi oleh pemerintah daerah, diantaranya Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa tengah. Kepala Dinas Pertanian Purbalingga Lily Purwati mengatakan serangan hama serangga di wilayahnya sudah mampu dikendalikan. Serangan yang awalnya mencapai 150 ha dari total pertanaman seluas 15 ribu hektare, kini hanya tinggal 95 ha.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah bersama-sama dengan pihak-pihak terkait,” ungkap Lily.

Bentuk kerjasama dengan Badan Litbang Pertanian diwujudkan dengan penerapan teknologi seperti bioprotektor, bio decomposer, dan sistem taman Jarwo Super.

“Teknologi yang dibawa Badan Litbang Pertanian ini cukup ampuh dalam mengendalikan wereng,” tandasnya. (OL-2)

Komentar