Megapolitan

Ditangkap, Pencuri Mobil Modus Ganti Rangka Mesin

Sabtu, 12 August 2017 17:15 WIB Penulis:

MI/RAMDANI

SETELAH mencatatkan diri menembus angka pencurian mobil sebanyak 234 unit sejak 2013, akhirnya kelompok SGT tersandung juga. Polisi mencokoknya di Tegal, Jawa Tengah.

SGT dikenal licin dan lihai. Disebut licin karena sangat cepat menghilang sehingga polisi kesulitan melacak jejaknya. Para penadah mengakuinya lihai, sebab jenis mobil apa pun yang dipesan akan datang dalam tempo tidak lebih dari seminggu.

Selain menangkap SGT, Satuan Unit Kendaraan Bermotor Polda Metro Jaya menciduk PPT, 34, sohib pelaku yang ahli dalam memutus alarm serta global positioning system (GPS) pada mobil sasaran.

Mobil hasil curian SGT dijual dengan harga mahal oleh penadah yang mengemasnya menjadi mobil lengkap surat-surat. Modusnya, penadah mengganti rangka mesin mobil curian dengan mobil hasil pembelian secara lelang di perusahaan asuransi.

Sindikat SGT terbongkar berawal dari penangkapan tersangka penadah bernisial HFF, 38, dan UTG, 42. Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKB Antonius Agus Rahmanto menjelaskan pengungkapan bermula dari informasi warga.

Anggota masyarakat melapor ke Polda Metro Jaya soal aktivitas HFF dan UTG mencari surat kendaraan mobil eks kecelakaan yang bisa dibeli secara lelang di asuransi pada Mei 2017.

Polisi kemudian menangkap HFF pada 24 Mei 2017 di kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Berdasarkan info, dilakukan pengintaian dan UTG dapat ditangkap pada 17 Juni 2017 di Desa Mekarsari, Cianjur, Jawa Barat.

Sebelum menangkap UTG, polisi mencokok PPT di Desa Karang Anyar Labuan, Pandeglang, Banten. Terakhir, polisi membekuk SGT di Tegal, Jawa Tengah, pada 8 Agustus 2017. Polisi mencatat SGT sudah melakukan pencurian sebanyak 234 kali sejak 2013. “Jika dirata-rata, tersangka mencuri satu kali dalam satu minggu,” papar Antonius, kemarin.

Beberapa lokasi pencurian SGT tercatat berada di kawasan Jakarta Barat. Sebanyak empat mobil ia ambil dari tiga lokasi berbeda di Jakbar. Polisi tengah memburu tiga pelaku lainnya yang saat itu terlibat pencurian mobil bersama SGT di Jakbar. “Kami sedang kejar atas nama S alias K, R, dan U. Ini masih buron dan sudah masuk DPO (daftar pencarian orang),” tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita dua pucuk senjata api airsoft gun merek Archer M84 323 Nomor 99MO1615 dan M9 Beretta USA Nomor KJ35569 serta satu kaleng peluru gotri kaliber 6 milimeter.

Barang bukti mobil yang disita sebanyak 15 unit berbagai jenis. Selain itu, ada sejumlah peralatan pencurian mobil, potongan nomor rangka, blok mesin, pelat nomor, serta peralatan memotong nomor rangka kendaraan.

Polisi menjerat keempat pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan 480 KUHP tentang Penadahan. Polisi juga memburu otak sindikat itu. (Nic/J-2)

Komentar