Megapolitan

Jeremy Thomas Tersangka Penipuan

Sabtu, 12 August 2017 17:00 WIB Penulis:

MI/RAMDANI

ARTIS Jeremy Thomas kini berstatus tersangka terkait dengan kasus penipuan pengalihan aset vila di Ubud, Bali. Polda Bali melimpahkan penanganan kasus ke Polda Metro Jaya.

“(Jeremy Thomas) Sudah tersangka. Kasus ini sebenarnya ditangani Polda Bali, tapi dilimpahkan ke Polda Metro Jaya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, kemarin.

Kasus dilimpahkan lantaran lokasi peristiwa di Jakarta. Sebelumnya, Polda Bali telah melimpahkan berkas kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi Bali. Namun, berkas dikembalikan dengan status P19.

Penyidik akan mengirimkan berkas perkara Jeremy ke Kejati DKI Jakarta dalam waktu dekat. “Kita tinggal meneruskan saja ke Kejati DKI. Kan berkas sudah ada, itu (P19) karena ada petunjuk dari Kejati Bali bahwa locus delicti-nya di Jakarta,” cetus Argo.

Kasus bermula dari sengketa lahan dan vila di Ubud, Bali, antara Jeremy dan warga negara Australia, Patrick Alexander, pada 2013.

Patrick membeli sebidang tanah di kawasan Kedewatan, Ubud, pada 1999 seluas 35 are. Sebagai warga negara asing, Patrick meminjam nama agen properti tanah tersebut bernama Rudi Marcio. Patrick membangun vila mewah di atas tanah tersebut.

Argo menyebutkan Jeremy Thomas datang mengaku sebagai konsultan keuangan yang bisa mengusahakan dana. Jeremy dan Patrick sepakat mengembangkan vila dan membangun spa di atas sisa tanah dengan surat kuasa tertanggal 5 Juli 2013.

Patrick juga menyerahkan akta tanah dan bangunan untuk mencarikan dana. Setelah menandatangani surat kuasa, Jeremy memindahkan kepemilikan vila atas nama dirinya di Jakarta. Vila kemudian dijual kepada Lie Halim tanpa persetujuan pelapor.

Patrick mengklaim mengalami kerugian Rp16 miliar. (Nic/J-2)

Komentar