Surat Pembaca

Pentingnya Konsiliasi Penggunaan Dana Haji

Sabtu, 12 August 2017 12:00 WIB Penulis: Agus Setiawan Koordinator Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP PGRI Ponorogo

MENCUATNYA rencana penggunaan dana haji untuk infrastruktur sontak membuat kegaduhan di masyarakat. Muncul polemik antara pro dan kontra. Yang setuju berpendapat penggunaan dana umat itu dilakukan untuk kesejahteraan bersama. Menurut mereka, penggunaan dana haji untuk infrastruktur itu nantinya akan dinikmati masyarakat.

Namun, bagi yang kontra, mereka juga memiliki alasan lain. Dana haji yang mencapai Rp90 triliun merupakan jumlah yang cukup besar. Mereka mengkhawatirkan penggunaan dana yang besar itu.

Transparansi dan keterbukaan menjadi indikator yang menimbulkan kegelisahan. Pasalnya belakangan ini kita marak disuguhkan kasus operasi tangkap tangan. Ada kerumpangan ketakutan dan ketaatan akan hukum di negara kita sungguh mengkhawatirkan.

Ketakutan itulah yang membuat tarik ulur dalam kebijakan yang diambil pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan tentu harus mempertimbangkan secara matang. Jangan sampai niat baik nantinya akan menimbulkan sakit hati bagi masyarakat yang telah bekerja keras menabung untuk pergi haji.

Untuk itu, penting dilakukan semacam rapat konsiliasi untuk berdiskusi menentukan kebijakan. Rapat ini nantinya akan diikuti berbagai pihak terkait dan tentunya masyarakat untuk menemukan titik terang. Jika memang mengambil keputusan menggunakan dana haji, tentu asas kehati-hatian harus dipegang teguh. Tanggung jawab menjadi faktor utama yang ditekankan sehingga dana akan menjadi berkah bagi bangsa ke depannya. Sekali lagi, keterbukaan dan transparansi nantinya penting untuk diterapkan ‘jika memang secara sepakat digunakan’. Hanya dengan itulah masyarakat nantinya akan paham betul bagaimana arah dana tersebut masuk dan keluar.

Gerak pemerintah yang berlandaskan keterbukaan dan transparansi juga penting diimbangi gerak masyarakat. Dalam kaitan ini masyarakat sebagai pihak pengawasan kedua, bahkan bisa menjadi pihak pertama dalam proses realisasi investasi dana umat.

Masyarakat berperan menjaga sekaligus mengawasi sehingga tidak terjadi miss kepercayaan di kemudian hari. Sinergi inilah yang akan mampu mengawal dana berkah ini menjadi berkah bagi bangsa ke depannya. Di lain waktu tidak akan menjadi semacam bom waktu yang menghantui bangsa.

Jika yang terjadi tidak menemukan kesepakatan dalam investasi dana haji, pemerintah wajib legawa menerimanya. Lebih fokus menata ulang sistem dan perlindungan kesehatan para jemaah kita. Masyarakat yang bertujuan mulia menjalankan rukun Islam akan tetap aman dan sehat hingga sampai di Tanah Air.

Komentar