Ekonomi

Garam Segera Disebar ke Industri Kecil Menengah

Sabtu, 12 August 2017 06:45 WIB Penulis:

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

SEBANYAK 27.500 ton garam impor dari Australia yang akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menurut rencana disebar ke sejumlah industri kecil dan menengah (IKM) di tiga wilayah, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum di Surabaya, Jumat (11/8), mengatakan menurut rencana kapal MV Golden Kiku pada Jumat pukul 18.00 WIB akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan membawa garam impor sebanyak 27.500 ton. “Garam impor yang kami turunkan di Surabaya ini akan menyasar IKM di wilayah Jatim dan Jateng, ditambah beberapa IKM yang ada di Kalimantan Barat. Kemudian akan diproses dan dijual di pasaran,” ungkapnya.

Ia berharap masuknya garam impor dari Australia melalui Pelabuhan Tanjung Perak secara berangsur akan menekan harga garam di pasaran khususnya wilayah se­tempat sekitar Rp4.500 hingga Rp5.000. Anang mengakui PT Garam saat ini sedang memverifikasi sejumlah IKM yang ada di tiga wilayah tersebut. Tujuannya agar tidak ada IKM abal-abal yang menerima garam impor Australia.

Kedatangan garam impor ke Indonesia tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, yakni tahapan pertama pada Kamis (10/8) dini hari menggunakan kapal MV Eco Destiny di Pelabuhan Ciwandan Banten, dengan membawa muatan 25 ribu ton, dan disebar untuk wilayah Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta.

Kedatangan kedua menggunakan kapal MV Golden Kiku pada 11 Agustus 2017 pukul 18.00 WIB di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa garam sebanyak 27.500 ton.
Selanjutnya, kedatangan ketiga menggunakan kapal MV Uni Challenge dan dijadwalkan tiba pada 21 Agustus 2017 di Pelabuhan Belawan Medan dengan membawa garam 22.500 ton, dan disebar ke sejumlah IKM di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Kedatangan garam impor dari Australia merupakan komitmen PT Garam dalam menjalankan penugasan dari pemerintah, dengan total impor garam bahan baku untuk konsumsi sebesar 75 ribu ton dan kadar NaCl 97%

Alami kelangkaan
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagyo mendesak pemerintah pusat serius menangani kelangkaan garam konsumsi bagi pasar-pasar di wilayahnya. “Sudah langka sejak sebulan terakhir ini. Pasar-pasar tradisional butuh pasokan impor garam 5-6 ton per hari. Saat ini dari kebutuhan yang mencapai 5 ton garam, tinggal 2,5 ton-4 ton yang beredar. Ini yang membuat harga garam melesat tinggi,” papar Su­bagyo kepada Media Indonesia, Jumat (11/8)

Menurut pantauan Media Indonesia, langkanya pasokan garam, selain menaikkan harga garam yang luar biasa, juga membuat pedagang ikan asin terpaksa menaikkan harga dagangannya. Harga garam grasak di lima titik di Pasar Legi, yang merupakan pasar induk hasil bumi terbesar di Jateng Selatan, telah naik dua kali harga normal.

Lonjakan harga juga terjadi di Pangkalpinang. Roy, 43, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, mengatakan sebelum ada kelangkaan, harga garam hanya Rp11 ribu per pak isi 20 bungkus. Namun, kini melonjak hingga Rp18 ribu per kilo. Selain garam dapur, garam kasar untuk ikan asin pun mengalami hal serupa sehingga berdampak terhentinya produksi ikan asing di Pangkal­pinang. Di Surabaya, Menteri Kelaut­an dan Perikanan Susi Pujiastuti mengatakan opsi impor merupakan pilihan yang sulit. (RD/AT/Ant/E-1)

Komentar