Olahraga

Kemenpora Jamin Masalah Dana Aman

Sabtu, 12 August 2017 02:01 WIB Penulis: Budi Ernanto budi_ernanto@mediaindonesia.com

MI/ANGGA YUNIAR

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membantah jika disebut pencairan dana untuk kontingen SEA Games Kuala Lumpur 2017 terhambat. Menurut Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto, dana tambahan untuk kontingen tengah diproses dan diharapkan sudah bisa dicairkan, Jumat (11/8). “Sudah diterima KOI juga anggar­an Rp4,8 miliar. Itu belum termasuk anggaran Rp5 miliar yang dikelola melalui Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) dan Rp1,2 miliar melalui federasi olahraga lain. Praktis hanya Rp1,2 miliar yang hitungan jam akan segera dicairkan,” jelas Gatot di Jakarta, Jumat (11/8).

Dia menambahkan, pertimbangan waktu pencairan yang sangat dekat dengan pembukaan SEA Games 2017 disebabkan MoU antara Kemenpora dan KOI baru terlaksana pada 1 Agustus. Keterlambatan MoU akan memperlama proses pencairan yang bukan lagi berada di ranah Kemenpora sepenuhnya.

“Bahkan, Kemenpora tidak menerapkan dua termin terpisah seperti untuk dana fasilitasi Olimpiade Rio 2016, tetapi langsung 100% dan itu semata-mata untuk tidak mengganggu psike atlet dan Kemenpora punya data valid bahwa uang Rp30,5 miliar masih utuh di KOI,” tegas Gatot.

Pertajam teknik
Guna meraih hasil terbaik di SEA Games 2017, tim anggar terus memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan mempertajam teknik. Sebanyak 12 atlet diharapkan dapat menyabet satu medali emas dan satu medali perak sesuai dengan target yang ditentukan Satlak Prima. “Kita sebenarnya berpotensi dapat medali emas di nomor tim, tapi Malaysia sebagai tuan rumah hanya adakan nomor individu. Karena itulah kami harus bagus di teknik individu,” terang Willem.

Peningkatan kemampuan para atlet dilakukan dengan berbagai cara dan salah satunya ialah mengadakan latih tanding putra melawan putri. “Kalau putri lawan putri ya tidak ada tolok ukur baru karena di kategori putri, atlet itu yang jadi lawan sudah yang terbaik. Namun, masih di bawah putra,” kata Willem.

Usaha lain yang dilakukan ialah mendatangkan empat pelatih asing asal Korea Selatan. Menurut Willem, anggar di Korsel terbilang hebat di kawasan Asia. Para pelatih itu, selain mantan atlet, sudah pernah melatih beberapa juara dunia sehingga bisa berbagi pengalaman soal pertandingan elite internasional. Salah satu atlet yang diharapkan bisa memenuhi target medali emas ialah Diah Permatasari yang meng­ikuti nomor sabre putri. (R-3)

Komentar