KICK ANDY

Juragan Singkong Keju Khas Salatiga

Sabtu, 12 August 2017 00:45 WIB Penulis: (*/M-4)

MI/SUMARYANTO BRONTO

SINGKONG mungkin dikenal sebagai makanan kampung yang kolot. Di tangan Hardadi, singkong diolah menjadi oleh-oleh yang diburu saat berkunjung ke Jawa Tengah. Singkong keju D9, begitulah nama penganan yang diproduksi Hardadi sejak 2009. Di balik kesuksesannya, pria kelahiran Sragen, 3 Agustus 1971 itu sempat mengalami masa-masa kelam. Suami Diah Kristanti itu bekerja serabutan, bahkan ia pernah mendekam di Rutan Kelas 1 Surakarta selama enam bulan karena kasus narkoba.

"Waktu itu saya menikah tapi belum mendapatkan pekerjaan yang tetap. Punya anak tiga, satu istri, saya harus berjuang untuk membahagiakan mereka. Saya kerja serabutan, kerja apa saja yang penting bisa menghidupi mereka," kata Hardadi. Meski begitu, Hardadi tidak putus asa. Sebaliknya, saat berada di hotel prodeo, ayah tiga anak itu terinspirasi berjualan singkong keju. Keluar dari rutan, Hardadi bangkit dan memantapkan diri untuk berbisnis.

Sebelum berjualan singkong keju, lelaki 46 tahun ini sempat berjualan nasi dan jus buah. "Para pembeli melihat saya yang mantan napi berjualan seperti menatap aneh. Alhamdulillah saya tidak merasa malu, perasaan itu benar-benar hilang untuk bangkit," kata dia. Barulah di akhir 2009, Hardadi menjadi orang pertama yang berjualan singkong keju D9. Penamaan D9 itu sendiri diambil dari nomor blok dan kamar tahanan Hardadi saat masih mendekam di rutan.

"Singkong kami ini adalah singkong pilihan. Jadi memang pada dasarnya sudah enak, tapi kita masaknya pakai keju, di luarnya ada krispi tapi di dalamnya lembut," kata Hardadi. Saat itu peminat singkong keju belum banyak. Namun, itu tidak membuatnya patah semangat. Ia menawarkan produk buatannya melalui pesan singkat kepada kerabat dan teman-temannya.

Keinginan untuk menebus kesalahan dan memperbaiki diri membuat alumnus IAIN Walisongo ini semakin tekun berjualan. Dukungan dari keluarga, terutama dukungan sang istri, membuatnya termotivasi untuk semakin giat mengelola bisnis singkong kejunya yang saat ini telah berkembang pesat. "Konsepnya dulu sih kita ingin mempermudah pembeli karena singkong goreng merupakan makanan yang ngangenin. Jadi orang-orang tidak perlu berkotor-kotor cabut singkong."

Bersama istri, Hardadi tak berhenti berinovasi. Pada 2012, Hardadi membuat singkong beku yang tahan selama dua bulan tanpa pengawet. Inovasi ini membuat singkong keju D9 semakin terkenal sebagai penganan oleh-oleh khas Salatiga, Jawa Tengah. Saat ini, Hardadi juga telah memiliki toko dan kafe yang menjual aneka makanan olahan dari singkong.

Komentar