Teknopolis

R80 Solusi Transportasi Indonesia

Sabtu, 12 August 2017 04:45 WIB Penulis: Thalatie K Yani

DOK. MI/HILDA

ANTREAN anak-anak sekolah tampak mengular di depan desain kokpit pesawat R80 yang ada di Bekraf Habibie Festival 2017 di JI Expo, Jakarta, pekan ini. Mereka secara bergiliran memasuki dan mencoba berbagai tombol yang ada di ruangan yang dapat diisi dua orang itu. Tidak hanya siswa pelajar yang antusias dengan produk buatan anak Indonesia itu. Ruang kokpit pesawat yang dilengkapi dengan teknologi fly by wire ini berupa sistem kendali menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah.

Para pengunjung dari semua kalangan yang hadir di pameran teknologi terbaru juga tertarik untuk melihat dan mencoba semua teknologi itu. "Semoga pesawat ini menjadi batu loncatan industri penerbngan Indonesia agar lebih baik lagi dan mengenalkan kepada dunia bahwa Indonesia juga bisa bikin pesawat, dan harapannya dengan pesawat ini Indonesia dapat mengurangi atau bahkan tidak lagi mengimpor pesawat," ujar Vina, mahasiswa Universitas Padjadjaran yang datang ke pameran kepada Media Indonesia di JI Expo, pekan ini.

Dari semua teknologi itu, pesawat R80 yang menarik perhatian. Pesawat berkapasitas 80-90 penumpang itu dinilai Ilham A Habibie selaku founder dari Indonesia Berkarya sebagai jawaban masalah transportasi antarpulau. "Jadi, kalau teknologi pesawat terbang untuk di Indonesia itu bermanfaat sekali buat kita apalagi kalau kita berbicara dalam skenario kita terbang dari pulau ke pulau. Kalau untuk individu atau penumpang yang paling efisien baik jarak pendek maupun jarak panjang adalah pesawat," terang Ilham.

Ilham mengaku pembuatan pesawat itu terinspirasi akan kebutuhan geografis di Indonesia. Layaknya pesawat pada umumnya, R80 dilengkapi sayap tengah dan dua mesin. "Jadi untuk menginspirasi suatu produk yang total baru, ya, kurang lebih samalah. Namun, yang penting adalah cocok dengan kebutuhan kita di Indonesia. Itu yang memberikan kita masukan ide dan inspirasi bagaimana kita harus membuat R80 ini," jelas Ilham.

Pengujian
Proyek pesawat R80 itu, lanjut Ilham, sudah selesai hingga tahap desain. Desain itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit, bisa bertahun-tahun, karena disesuaikan dengan keinginan pelanggan.
"Karena apa pun yang kita desain harus kita buktikan. Harus ada pengujian di terowongan angin misalnya. Ada juga mengetes konsep dari instrukturnya dsb. Sebagian besar sudah kita buat semuannya," tambahnya.

Ilham mengatakan pesawat R80 akan tampil mirip Boeing ketimbang Cessna. Pesawat Boeing memang diperuntukkan perusahaan penerbangan, sedangkan Cessna umumnya untuk keperluan pribadi dengan kapasitas 10 penumpang. "Untuk biaya proyek, diperkirakan menghabiskan total anggaran sebesar minimal US$1 miliar (biaya pengembangan)," ujar Ilham. Lebih lanjut Ilham mengatakan alangkah bagusnya Indonesia menguasai teknologi, produk, hingga ke industrinya.

Dengan begitu, Indonesia tidak membutuhkan pesawat dari luar negeri. Apabila pemerintah mendukung pengembangan proyek ini, itu akan membantu untuk mengundang investor berinvestasi di Indonesia. "Kalau ada dukungan tertulis akan lebih dilihat investornya. Investor dari dalam negeri masih terbatas, biasanya dari luar negeri atau perusahaan yang bergerak di perusahaan pesawat terbang memiliki peluang," ujarnya.

Baru
Dalam pembukaan Bekraf Habibie Festival, Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie mengungkapkan masa depan tiap masyarakat di muka bumi harus mengandalkan sumber daya manusia terbarukan. Sumber daya manusia yang terbarukan memiliki peran akan kualitas hidup di masa mendatang yang lebih baik.

"Saya sebut sumber daya manusia terbarukan berarti kita harus merencanakan kualitas kehidupan dan karya dari sumber daya manusia itu terus meningkat. Karena itu, kita pakai nama terbarukan. Kalau kita tidak terbarukan, ya, tidak meningkat. Itu enggak baru. Harus lebih baik daripada generasi sebelumnya," ujar Habibie.

Peradaban Indonesia, lanjut Habibie, ditentukan manusia yang memiliki inovasi yang kreatif, memiliki kemampuan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia yang produktif, manusia yang mampu dan mau menjadi pemenang dalam dunia.

Senada dengan ayahnya, Ilham mengatakan betapa pentingnya Indonesia menguasai teknologi pesawat secara mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

"Sebisa mungkin kita menguasai produk dalam negeri yang memang kita butuhkan. Karena dengan begitu, risiko bisa kita minimalkan. Pasar utama di dunia ini untuk R80 adalah Indonesia, bukan di negara lain," tukasnya. (*/M-1)

Komentar