Surat Pembaca

Mari Bangun Kawasan Barelang

Jum'at, 11 August 2017 08:56 WIB Penulis: Irmal Idris Kompleks Diknas Blok C-24 Jl Cendarawasih, Ciputat 15411

PARADIGMA yang dipelesetkan para pendatang awal 80-an dengan mengartikan ‘Begitu Anda tiba Anda menyesal’ nyaris tidak terdengar lagi. Batam yang sekarang salah satu tujuan wisata di gugusan Kepulauan Riau punya keistimewaan sendiri.

Paling menonjol berkunjung ialah ke kawasan Batam, Rempang, dan Galang (Barelang). Lima jembatan yang artistik telah menghubungkan Pulau Batam, Rempang, dan Galang.

Lepas dari timpang tindih UU dan perppu yang terus menjadi polemik antara Badan Pengelola Batam (BP) (dulu bernama Otorita Batam), pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, bagi pengunjung atau wisatawan yang terlihat dengan kasatmata menjelajahi dari jembatan pertama sampai jembatan kelima ialah tehampar luasnya tanah kosong yang tidak produktif. Bagaikan pembangunan jembatan yang berbiaya tinggi terkesan mubazir.

Tersedianya infrastruktur yang memadai di kawasan Barelang tersebut penggunaannya hanya sebatas penghubung wisatawan ke bekas kamp penampungan tentara Vietnam yang melarikan dari negaranya karena perang. Tentu bukan inilah tujuan pembangunan Jembatan Barelang.

Begitu besarnya anggaran negara yang telah dikeluarkan untuk membangun Barelang, tetapi sampai sekarang belum tampak tanda-tanda hamparan tanah kosong dengan infrastruktur yang lebih dari cukup akan dimanfaatkan.

Cita-cita atau ‘roh’ dibangunnya Jembatan Barelang untuk hijrahnya perkembangan pembangunan industri ke pulau-pulau kawasan Barelang masih berwujud cita-cita atau angan-angan.

Diharapkan, pemerintah daerah, BP Batam, dan pemerintah pusat jangan larut dengan masalah UU atau perppu yang timpang tidih. Terlalu lama pemanfaatan penyediaan kawasan Barelang telantar.

Mari mulai membangun. Pelesetan BATAM, Begitu Anda tiba Anda menangis, digemakan menjadi BATAM (Begitu Anda Tiba Anda Membangun). Mudah-mudahan ke depan Barelang tidak lagi tekesan kawasan yang mubazir. Insya Allah.

Komentar