Selebritas

Hamish Daud Berbagi Kiat Mengelola Keuangan

Jum'at, 11 August 2017 05:05 WIB Penulis: Melati Salamatunnisa Oktaviani

DOK CR/ DENNY A

ARSITEK, pelakon, dan pebisnis Hamish Daud Wyllie, 37, kini melebarkan sayap ke bisnis kuliner. Restoran yang baru ia jalankan bersama teman-temannya ini bernama Up in Smoke. Dengan spesialisasi pada steak & grill, restoran ini dapat ditemukan di Jalan Mega Kuningan. "Aku hobi kuliner. Aku juga gemar memasak makanan sehat. So, pengeluaranku lebih banyak dihabiskan ke sektor makanan. Itu dia kekuranganku," kata Hamish dalam exclusive interview seminar Wealth Wisdom oleh Permata Bank, di Jakarta, Rabu (2/8).
Selain wisata kuliner, hal lain yang ia senangi ialah memperhatikan pelayanan dan menikmati suasana di tempat makan tersebut.

Sesekali dia mengajak para chef mengobrol dan mendengar mereka bercerita tentang bagaimana mengembangkan kreativitas dalam memasak. Akan tetapi, dirinya sadar terlena dalam hobi berkuliner ternyata cukup membuat pengeluaran menjadi besar.

Dahulukan riset
Terkait dengan pengeluaran, ia selalu melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang. Ia mengaku, sebagai pekerja seni yang tidak memiliki penghasilan bulanan, sudah seharusnya dirinya mengatur keuangan dengan baik dan lebih Berhati-hati. Sebelumnya, dia mengakui ada kekurangan lain dalam satu hal. "Kekurangan aku yang lain adalah I am a dreamer. Misalnya, aku beli peralatan diving, padahal baru akan diving tiga bulan lagi dan semalam aku browsing sleeping bag dan tenda. Kapan mau camping?" candanya.

Kini dia berubah.
"Kalau aku terobsesi pada suatu barang, aku bisa riset selama berbulan-bulan sehingga ada cukup banyak waktu untuk memutuskan beli atau enggak. Aku punya tanggung jawab pada keluarga yang harus aku prioritaskan sebelum aku sendiri karena ayah sudah almarhum dan adik-adik baru selesai kuliah," ujarnya. Dalam mengatur keuangan, ia lebih memilih mengatur keuangannya sendiri ketimbang memakai jasa financial planner. "Pertama, aku punya trust issues. Jadi aku selalu catat pengeluaranku dan aku cek lagi di akhir minggu atau akhir bulan, apakah uang yang aku keluarkan itu masuk akal," lanjut tunangan penyanyi Raisa Andriana itu.

Pengeluaran penting dalam catatan tersebut akan ditandai dengan tulisan yang sangat rapi. Di samping rajin mencatat, Hamish menggunakan aplikasi pengelola keuangan money lover. Kesohor sebagai traveler ternyata tidak menjamin Hamish akan selalu memprioritaskan pekerjaan yang bernuansa jalan-jalan. Ia lebih memilih pekerjaan yang lebih 'menghasilkan' meski pekerjaan itu tidak memberikannya pengalaman berjelajah. "Alhamdulillah aku pernah mendapatkan kesempatan bekerja sambil menjelajahi Indonesia. Memang aku suka mempelajari sejarah dan budaya, tapi yang paling mahal adalah waktu kita. It is not working hard, it is working smart," imbuh aktor merangkap arsitek ini.

Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan sangat penting pada zaman sekarang mengingat mayoritas orang memiliki lebih dari satu pekerjaan. Sebagaimana dirinya melakoni profesi sebagai aktor dan arsitek kemudian merambat bisnis. Baginya, hal tersebut seperti 'ikut arus'.
"Aku senang mencari pengalaman baru dan merasakan adrenalin. Seperti waktu pertama kali pindah ke Jakarta, aku mematok batas waktu 'kalau tidak ada hasil selama tiga tahun, aku pulang ke Bali'. Jadi, jangan pernah takut ambil risiko," tutupnya. (H-5)

Komentar