Olahraga

McGregor hanya Favorit di Atas Kertas

Kamis, 10 August 2017 03:31 WIB Penulis: (skysport/AFP/Wdo/R-1)

AFP/Mike Lawrie

JELANG megafight melawan juara ajang bela diri campuran (MMA) Conor McGregor, 26 Agustus, Floyd Mayweather makin optimistis mampu memenangi laga yang berjalan selama 12 ronde tersebut. Bahkan, Mayweather menyebut McGregor hanya menjadi favorit di atas kertas. "Saat ini saya memasuki usia 40 tahun. Jadi, kalau Anda melihat segalanya di atas kertas, seharusnya condong ke Conor McGregor," ungkap Mayweather.

Dari sisi usia, McGregor yang masih berusia 29 tahun diyakini unggul dalam hal fisik. Namun, dengan pengalaman belum terkalahkan dalam 49 laga, 26 dengan KO, Mayweather lebih diunggulkan dalam pertarungan yang akan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas. "Saya memang bukan lagi petarung seperti dua atau lima tahun lalu. McGregor jauh lebih muda. Dia juga memiliki tinggi dan jangkauan lebih panjang. Namun, semua itu hanya di atas kertas," jelas petinju berjuluk the Money tersebut.

Walau McGregor jauh lebih muda, banyak pihak menilainya bukan lawan sepadan untuk Mayweather. Harus bertarung dengan aturan di olahraga tinju membuat McGregor tidak akan bisa mengeluarkan kemampuan luar biasa yang dimiliki seperti saat bertarungan di ajang MMA. Di sisi lain, persiapan McGregor menghadapi Mayweather terusik dengan mundurnya mantan juara dunia tinju Paulie Malignaggi dari tim petarung asal Irlandia tersebut.

Malignaggi, mantan juara dunia kelas welter WBA, memutuskan mundur karena sikap McGregor yang melecehkan dirinya. "Ia seorang yang sangat egois. Ia sama sekali tidak mau menjadi lebih baik. Ia hanya butuh orang penurut yang mengatakan dirinya telah melakukan yang bagus, padahal sama sekali tidak," ungkap Malignaggi. Menurutnya, McGregor tidak memperlakukan dengan layak dirinya dan petinju lain yang menjadi sparring partner.

Akomodasi di markas latihan McGregor disebutnya lebih cocok bagi pengedar narkotika. Selain masalah sikap dan akomodasi yang disediakan, menurutnya, McGregor lebih mementingkan kemeriahan di tempat latihan jika dibandingkan dengan mempersiapkan diri menghadapi petinju terbesar sepanjang sejarah. Ia hanya mementingkan banyaknya orang yang menyaksikan latihan yang dijalani. "Ini tentang dirinya dan orang-orang yang bersorak di belakangnya." lanjut Malignaggi.

Komentar