Nusantara

PLTP Baturraden Mulai Pengeboran

Rabu, 9 August 2017 05:00 WIB Penulis: (LD/EM/SL/OL/N-2)

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Panas Bumi Baturraden, di perbatasan Brebes-Banyumas, Jawa Tengah, ditargetkan mulai memproduksi listrik pada 2022. Saat ini perusahaan pemegang proyek mengebut pengeboran satu sumur yang akan dimulai akhir tahun.
“Setelah itu kami akan melanjutkannya ke dua sumur yang lain, yang diperkirakan selesai pada April 2018. Sumur pertama akan dibor di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas,” kata Direktur Utama PT Sejahtera Alam Energy, Bregas H Rochadi, kemarin.
Perusahaan, lanjut dia, telah menggelontorkan dana US$30 juta-US$35 juta pada masa eksplorasi. “Kami telah meneken kontrak dengan PT PLN karena listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke PLN.”

Ia berjanji meminimalkan pemakai­an hutan lindung untuk pembangunan PLTP Baturraden. PT SAE juga berupaya untuk menghilangkan kekeruhan di sungai-sungai yang mengalir ke arah Banyumas. Di Bandung, Pemprov Jawa Barat akan melelang operator bus rapid transit yang akan melayani angkutan antarkota dalam provinsi. “Lelang segera dilakukan karena pemprov mendapat hibah 10 bus dari Kementerian Perhubungan. Armada ini rencananya melayani jurusan Bandung-Majalaya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik.

Menurutnya, layanan BRT harus menggunakan operator agar pelayanan yang diberikan bisa optimal karena pergerakan bus tersebut masuk kategori AKDP. Pihaknya tidak menunjuk DAMRI karena berharap ada kontestasi dengan operator lain. Di sisi lain, Pemkab Tanjung Jabung Timur, Jambi, meminta pemerintah pusat meningkatkan intervensi dengan membangun jaringan irigasi ke lahan perkebunan kelapa dalam. Saat ini kondisi perkebunan itu terancam karena terkena dampak limpasan air laut dari pantai timur Sumatra.

“Jangan hanya pertanian tanaman pangan yang diintervensi. Perkebunan kelapa dalam sudah turun temurun diusahakan masyarakat di pantai timur. Kami berharap mereka juga mendapat perhatian,” kata Wakil Bupati Robby Nahliansyah. Direktur Irigasi dan Rawa, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, berjanji mengkaji permintaan ini.

Dari Denpasar, dilaporkan, Dirjen Cipta Karya, Kementerian PU-Pera, Sri Hartoyo, melaporkan rencana pembangunan sistem pengembangan air minum regional di Bali Selatan kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika. “Kementerian komit membangun SPAM Regional di Bali selatan karena infrastruktur air minum merupakan kebutuhan pokok,” tutur Sri Hartoyo. Pihaknya meminta dukungan dari Pemprov Bali karena berdasarkan aturan harus ada BUMD yang menangani proyek itu. Pastika mengapresiasi komitmen pemerintah pusat itu. “Instansi terkait di Pemprov Bali akan membantu sekuat tenaga.” (LD/EM/SL/OL/N-2)

Komentar