On This Day

1945: BPUPKI Jadi PPKI

Senin, 7 August 2017 04:25 WIB Penulis:

Ist

BADAN Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sebuah badan yang dibentuk pemerintah Jepang pada 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Badan itu dibentuk sebagai upaya pelaksanaan janji Jepang mengenai kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 62 orang yang diketuai Radjiman Wedyodiningrat. Pada hari terakhir sidang pertama BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno, salah seorang anggota, menyampaikan usulan mengenai fundamental filsafat negara yang dikenal dengan Pancasila.

Di antara para anggotanya terdapat lima keturunan Tionghoa, yaitu Liem Koen Hian, Tan Eng Hoa, Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Jauw, dan Yap Tjwan Bing. Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan Jepang karena dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia dan mereka menolak adanya keterlibatan pemimpin pendudukan Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal itu pula dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan anggota berjumlah 21 orang terdiri dari 12 orang dari Jawa, 3 dari Sumatra, 2 dari Sulawesi, 1 dari Kalimantan, 1 dari Nusa Tenggara, 1 dari Maluku, dan 1 dari Tionghoa.

PPKI diketuai Soekarno, wakil ketuanya ialah Mohammad Hatta, dan penasihat Achmad Soebardjo. Keanggotaan bertambah enam orang tanpa sepengetahuan Jepang, yaitu RAA Wiranata Kusumah, Ki Hadjar Dewantara, Kasman singodimedjo, Sayuti Melik, dan Iwa Koesoemasoemantri. Tugas PPKI adalah menyusun rencana kemerdekaan Indonesia yang telah dihasilkan BPUPKI.

Komentar