Hiburan

Rahasia Perang Melawan Terorisme

Ahad, 6 August 2017 04:01 WIB Penulis: Her/M-4

DOK. SCREEN MEDIA FILMS

MELALUI film teranyarnya, Drone, sutradara Jason Bourque mempertanyakan etika dan moral terkait dengan perang yang berlangsung di era modern. Pemanfaatan kapal tanpa awak (drone) dalam perang melawan terorisme disorot sebagai pelanggaran hak asasi manusia karena membunuh tanpa pengadilan dan pembuktian, juga bisa memakan korban dari masyarakat sipil.

Meski mudah dipahami tujuannya, film ini justru gagal mengangkat simpati penonton. Alur ceritanya tidak logis, sedangkan tokoh-tokoh di dalamnya juga tidak memiliki karakter ataupun pembawaan yang kuat.

Dikisahkan, Neil (Sean Bean) ialah kontraktor drone swasta yang dipekerjakan dalam proyek CIA. Kesehariannya di kantor, ia menerbangkan drone ke sarang teroris, termasuk suatu kawasan di Pakistan.

Karena terkait dengan CIA, Neil merahasiakannya dari keluarganya. Hingga suatu hari, datang pengusaha asal Pakistan bernama Imir Shaw (Patrick Sabongui) ke pintu rumah mereka dengan alasan ingin membeli kapal pemberian ayah Neil yang baru saja meninggal dunia. Padahal, Imir Shaw mengetahui Neil mengoperasikan drone yang suatu hari menjatuhkan rudal ke Pakistan. Kejadian itu menewaskan istri dan anaknya.

Di samping itu, film berdurasi 1 jam 31 menit itu berisi kisah sampingan yang kurang kuat. Seperti istri Niel, Ellen (Mary McCormack) yang melakukan perselingkuhan dan pergumulan batin Shane (Maxwell Haynes) juga tidak jelas. Karakternya tidak cukup kuat untuk menerangkan apakah dia sekadar mengalami konflik sebagai remaja dalam masa pubertas atau justru dilanda duka akibat kematian kakeknya.

Namun, film ini tidak seperti kebanyakan film perang terkait dengan terorisme. ‘Drone’ tidak terjebak dalam stereotip menyesatkan bahwa Islam identik dengan terorisme. Di film ini perumpamaan tidak langsung soal penganut agama Islam yang taat dan tidak taat. Imir Shah ditawari alkohol oleh Neil dan dia menenggaknya tanpa penolakan. Dia menjelaskan bahwa dirinya bukan tergolong penganut yang taat. Dalam konteks terorisme pun sama, sekalipun misalnya ada orang-orang Islam yang melakukan aksi teror atas nama agama, sebenarnya hal itu tidak merepresentasikan ajaran Islam itu sendiri. (Her/M-4)

Komentar