WAWANCARA

Korupsi Harus Diperangi Biar Jera

Sabtu, 5 August 2017 09:30 WIB Penulis:

ANTARA/M AGUNG RAJASA

TERUNGKAPNYA penyelewengan dana desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengundang keprihatinan banyak pihak.

Dana untuk kesejahteraan masyarakat desa itu memang sudah semestinya diselamatkan agar sesuai dengan peruntukannya.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait dengan dana desa, wartawan Media Indonesia, Adiyanto, mewawancarai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, kemarin. Berikut petikannya.

Apa tanggapan Anda tentang tertangkapnya sejumlah pejabat di Pamekasan yang diduga menyelewengkan dana desa?
Saya tentu sangat menyesalkan kejadian ini. Kalau korupsi, ya harus ditindak tegas agar ada efek jera bagi yang lainnya. Korupsi merupakan kejahatan yang harus kita perangi bersama. Saya ingatkan kepada semua pemangku kepentingan terhadap desa dan dana desa agar tidak main-main lagi. Kami juga mengapresiasi upaya KPK.

Mekanisme pengawasannya seperti apa?
Selain oleh aparat penegak hukum dan KPK, pemerintah juga mempunyai banyak satgas untuk pengawasan dana desa. Di samping itu, pemerintah melibatkan LSM, masyarakat, dan media. Jadi, setiap penyelewengan dana desa sekarang pasti akan dapat dengan mudah diketahui. Saya juga berharap kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan setiap indikasi penyelewengan dana desa kepada Satgas Dana Desa pada call center kami di 1500040.

Apa langkah satgas?
Sepertinya akan banyak sidak (inspeksi mendadak) berdasarkan laporan masyarakat. Kami juga sedang pantau beberapa daerah di Sumatra Utara, Madura, dan Papua.

Bagaimana dengan peran para pendamping desa?
Sudah cukup improve, tapi memang perlu lebih ditingkatkan, mung­kin lewat pelatihan-pelatihan.

Kenapa Rp60 triliun dana desa belum bisa mengurangi jumlah desa tertinggal?
Tidak semua desa bisa langsung berubah menjadi tidak tertinggal karena base-nya masih sangat rendah. Tapi dengan empat program unggulan yang kita push, akan terjadi percepatan pembangunan desa, tapi untuk yang sangat tertinggal tetap perlu waktu.

Apa saja empat program unggulan itu?
Prukades (klasterisasi ekonomi desa), embung air desa, BUM-Des (badan usaha milik desa) dan sarana olahraga desa.

Bisa Anda sebutkan daerah mana yang progresnya membaik?
Sebagai contoh tahun lalu Kabupaten Pandegelang, Banten, berhasil mengurangi desa-desa tertinggalnya dari 154 menjadi 76. Mudah-mudahan tahun ini atau paling telat tahun depan selesai. (X-10)

Komentar