KICK ANDY

Bambang Ismawan Berdayakan Ekonomi lewat Petani Pancasila

Sabtu, 5 August 2017 01:16 WIB Penulis: (Wnd/M-4)

MI/SUMARYANTO BRONTO

RASA malu memicu keinginan Bambang Ismawan untuk bisa berguna bagi masyarakat. Saat itu, pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, tersebut bertemu pastur asal Belanda yang menjadi warga negara Indonesia (WNI) dengan jubah penuh debu di Yogyakarta. Bambang lantas bertanya tentang kegiatan yang dilakukan sang pastur hingga jubah putihnya bisa berubah warna.

Jawaban yang didapat singkat, membantu warga Gunung Kidul, memberdayakan mereka melalui gerakan sosial ekonomi Pancasila. Bambang mulai mengikuti perjalanan sang pastur. Ia menyaksikan bagaimana memprihatinkannya kondisi masyarakat daerah tersebut. Sementara itu, pastur tersebut bisa membantu masyarakat untuk bergerak sendiri mengubah nasib dengan semangat gotong royong. Sejak itu, Bambang mengirimkan surat kepada sang pastur perihal keinginannya untuk bergabung membangun sosial seusai studinya rampung.

"Membantu mengusahakan perekonomian yang adil itu menjadi wujud dari pengamalan Pancasila. Saya lahir dari keluarga tani, lulus dari jurusan ekonomi pertanian, sejak mahasiswa pun saya sudah bersentuhan dengan petani dan akhirnya menggerakkan kegiatan petani Pancasila," kata Bambang yang datang berbalutkan baju batik lengan panjang berwarna hitam dan putih.

Meskipun secara fisik ia terlihat tak lagi muda, semangat untuk terus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kecil tak pernah surut. Pria berusia 79 tahun itu masih terus aktif berbagi ide untuk meningkatkan produksi petani sehingga beroleh perekonomian yang baik. Keinginan untuk menjadi dan berkutat dengan petani pun terbentuk lantaran saat berada di Australia sebagai salah satu peserta pertukaran pelajar, ia disuguhi tontonan tentang pertarungan antara dunia pertambangan dan pertanian.

Akan tetapi, pertanian tetap bisa bertahan hidup dengan berbagai usaha besar yang ditempuh. Seperti yang disebut Bambang, apa yang dikerjakan untuk menggerakkan perekonomian petani menjadi salah satu wujud pengamalan Pancasila. Baginya, Pancasila selalu relevan dan bisa diamalkan di tengah perkembangan zaman. Berangkat dari sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, membuat dirinya tertarik untuk membantu sesama demi memperjuangan keadilan sosial.

Hal tersebut bisa terus berlangsung karena landasan iman yang kuat, Ketuhanan Yang Maha Esa. Bambang juga sangat mendukung terbentuknya UKP Pembinaan Ideologi Pancasila agar bisa menjadi cara melestarikan kebinekaan dan menggotongroyongkan seluruh lapisan masyarakat. "Mari semua kerja sama, baik pemerintah, pihak swasta, LSM, maupun perguruan tinggi tingkatkan keberdayaan desa, bantu permudah akses permodalan. Saat ini kan banyak anak desa keluar mencari pendidikan yang bagus lalu tidak lagi kembali ke desa, ya tetap mencari kehidupan yang baik di kota," pungkas suami Sylvia Ismawan itu.

Komentar