Features

Bersalawat di Makam Nabi Muhammad

Kamis, 3 August 2017 13:30 WIB Penulis: Siswantini Suryandari/Laporan dari Arab Saudi

AP

USAI salat Subuh, jemaah perempuan di Masjid Nabawi, Madinah Kamis (3/8) tidak beranjak keluar dari masjid. Hanya sebagian dari jemaah perempuan yang keluar masjid. Sisanya yang ada di dalam masjid masuk ke arah pintu Raudhah, tempat Nabi Muhammad Saw dimakamkan.

Penanda makam nabi adalah kubah berwarna hijau. Untuk menuju ke Raudhah memang perlu beberapa tahapan. Jemaah haji dari Asia Tenggara berkumpul di depan pintu tiga. Seorang petugas perlindungan jamaah (linjam) Indonesia memberikan arahan kepada para jemaah untuk duduk sampai pintu nomor tiga dibuka.

"Semua duduk..duduk. Tenang. Pukul 06.30 pintu baru dibuka. Ibu-ibu harus duduk," seru petugas linjam itu.

Sebelum masuk ke Raudhah, ada sekat yang dibagi menjadi beberapa pintu. Tiap pintu dibagi berdasarkan negara-negara asal kedatangan jemaah. Pintu nomor tiga khusus Asia Tenggara. Sebutannya Kelompok Melayu.

Untuk pintu empat khusus India, Bangladesh, Pakistan dan Tiongkok. Namun di pintu nomor tiga, ada juga jemaah dari Jepang ikut bergabung di dalam kelompok Melayu.

Paling heboh adalah rombongan di pintu empat. Umumnya para jemaah tidak mau duduk. Hal ini memengaruhi jemaah lainnya. Jemaah dari kelompok Melayu ikut berdiri.

"Duduk..duduk..ibu-ibu sabar..duduk dulu..pintu belum dibuka..jangan ikut sampingnya, " kata petugas itu sambil mengecek kondisi jemaah.

Petugas itu menemukan ada dua jemaah India yang ada di kerumunan kelompok Melayu.

"India is not here. India out..out," ujarnya sambil mengarahkan kedua jemaah untuk bergabung ke kelompok depan pintu empat.

Waktu masih menunjukkan pukul 06.20 dan tiba-tiba pintu keempat dibuka. Kelompok India lari berhamburan. Bahkan ada jemaah yang tadinya berada di pintu dua, ikut berlarian menuju ke pintu empat. Jemaah dari kelompok Melayu tetap diam di tempat.

"Belum giliran kita. Belum dibuka pintunya," bisik seorang jemaah dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat kepada temannya.

Tepat pukul 06.30 pintu dibuka ditandai dengan dibukanya atap, sehingga terlihat langit terang. Ribuan orang berseru subhanallah..subhanallah. Terdengar suara tangis di antara salawat Nabi yang dikumandangkan pelan-pelan.

Kemudian semua berjalan menuju ke ruangan luas dan berkarpet merah dan dikelilingi tembok berhiaskan kaligrafi. Ada dua pintu di antara tembok. Sambil menunggu petugas membuka pintu, para petugas keamanan melakukan inspeksi.

"Ini masjid tidak boleh selfie. Tidak boleh memotret masjid. Ini masjid," seru petugas keamanan dari Masjid Nabawi.

Menunggu sekitar 15 menit, para jemaah mengisi waktu berdoa dan bersalawat. Kemudian pintu terbuka, berjubel jemaah di ruangan berkarpet hijau itu.

Di ruangan itu ada pembatas warna putih yang di baliknya adalah makam Nabi Muhammad Saw. Riibuan jemaah berdesakan untuk menyentuh pembatas putih dan bersalawat. Tangis pun pecah saat para jemaah berhasil menyentuh pembatas putih, dan kemudian dilanjutkan sholat sunah. Hanya lima menit di situ, para jemaah dipersilahkan keluar.

"Alhamdulillah saya menunggu sepuluh tahun untuk bisa mengunjungi makam Nabi, " kata Cucu Setyawati, jemaah asal Cianjur, Jawa Barat.

Ucapan syukur juga dipanjatkan sejumlah jemaah perempuan yang saya temui.

"Semoga semakin banyak jemaah berdatangan ke Masjid Nabawi untuk sholat, berdoa dan mengaji di sini," harap Endang Sunarni, jemaah asal Banjarnegara.

Mereka juga memuji petugas haji Indonesia yang sejak awal mengawal para jemaah haji yang berkunjung ke Raudhah.

"Kami masuk tertib, keluar juga tertib karena sudah ada yang mengatur rombongan," puji Siti asal Solo. (OL-6)

Komentar