Properti

Tangkap Emas di Koridor Simprug-Permata Hijau

Selasa, 1 August 2017 03:00 WIB Penulis: (Pun/s-4)

Ilustrasi

MENYANDANG predikat dengan median harga tanah tertinggi membuat koridor Permata Hijau-Simprug, Jakarta Selatan, kian menggeliat. Pesatnya pertumbuhan fasilitas umum dan infrastruktur juga makin memengaruhi bisnis properti kawasan elite tersebut. Apalagi, kawasan itu dikenal pula sebagai lokasi hunian favorit petinggi negara, selebritas, para profesional, dan ekspatriat. Tak mengherankan bila perkembangan Simprug-Permata Hijau tergolong pesat, bahkan salah satu yang paling pesat di Jakarta Selatan. Dalam perspektif Head of Property Management Jones Lang Lasalle Indonesia Naomi Patadungan, koridor Permata Hijau-Simprug memiliki captive market menengah atas dengan komposisi ideal antara hunian, perkantoran, dan komersial.

Yang menarik, kawasan itu tidak hanya tumbuh secara nominal, tapi juga fasilitas dan aksesnya. "Karenanya, jangan heran jika kawasan Jakarta Selatan tetap menjadi benchmark harga tanah dengan median tertinggi sekitar Rp45,8 juta per meter persegi pada periode 2015 lalu," tambah Naomi. Bicara soal fasilitas pendukung, kawasan itu terbilang lengkap. Dapat ditemui pada radius 2 kilometer Gelora Bung Karno, Senayan City, Plaza Senayan, Jakarta Convention Center, dan sejumlah sekolah bertaraf internasional dari preschool hingga jenjang S-2. "Kawasannya kian strategis dengan rampungnya akses layang koridor XIII (Tendean-Ciledug) untuk mengurai kemacetan yang umum terlihat sekitar Kebayoran," terang Naomi.

Aspek itu kian mendukung koridor Permata Hijau-Simprug menjadi kawasan hunian primadona. "Untuk jangka panjang, capital gain dipastikan naik dan peluang harga sewa sekitar 12%-15% per tahun," ujar Naomi.

Buru peluang
Tingginya aktivitas ekonomi itu kian mengerek demand masyarakat. Hal itu pula yang membuat sejumlah pengembang berupaya menangkap prospek pengembangan kawasan Permata Hijau-Simprug. CEO of Permata Hijau Suites Hadi Kusuma mengakui hunian sekitar Permata Hijau-Simprug berkembang mengikuti dinamika. Menurut Hadi, kebutuhan masyarakat perkotaan masih tinggi mengingat lokasi Permata Hijau yang relatif dekat CBD Sudirman dan kawasan Senayan. Karena itu, kata dia, rencana proyek Permata Hijau Suites (PHS) yang tengah digarap di lokasi itu tak main-main.

PHS yang dikembangkan konsorsium Pulau Intan Development dan Terry Palmer merupakan hunian eksklusif tertinggi pertama, 36 lantai di koridor jalan utama. "Legalitas lahan seluas 9.000 m2 terjamin karena merupakan landbank pabrik handuk Terry Palmer yang migrasi ke Tangerang," ucapnya. GM of Marketing of PHS Ivonne Suwandi yakin dalam waktu singkat pengembangan proyek PHS akan menjadi perhatian pialang properti dengan harga kompetitif Rp1 miliar-Rp2,5 miliar, atau Rp24 jutaan per m2. "Salah satu keunggulan kami ialah serah terima unit relatif cepat. Hanya 2 tahun dari sekarang sudah bisa serah terima," ungkap Ivonne.

Komentar