Polemik

Hentikan Koalisi Beraroma Oposisi - Ini Menyangkut Hidup dan Mati Partai

Senin, 31 July 2017 07:42 WIB Penulis: Nov/P-3

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan -- MI/Susanto

Akhir-akhir ini, PAN kerap tidak satu suara dengan partai-partai pendukung pemerintah, mengapa?
Baik-baik saja. Kalau soal pilkada, setiap partai di suatu daerah bisa bersama dan bisa berbeda. Berbeda itu biasa. Pilkada kan bergantung pada aspirasi daerah dan konsti­tuen. Saya juga lapor kepada presiden, kita sampaikan apa adanya bahwa tidak ada kata sepakat. Ini, kan, menyangkut hidup dan matinya partai, bukan soal satu suara dengan pemerintah atau tidak.

Hubungan komunikasi dengan Presiden Jokowi bagaimana?
Dalam posisi saya sebagai Ketua MPR, saya rutin konsultasi, atau misalnya kalau ada acara resmi dan ada beliau, saya sampaikan juga mengenai sikap PAN di beberapa hal. Saya merasa insya Allah apa pun kita tetap mendukung program Pak Presiden supaya infrastruktur bisa sukses dan lain-lainnya. Kemarin, kan, DPR baru menyelesaikan UU Perpajakan. Kita sepakat untuk mendukung Perppu Perpajakan agar negara bisa mendapatkan pajak yang optimal dari mereka yang menaruh uang di berbagai negara. Kita setuju itu, tetapi kalau menyangkut UU Pemilu dan Pilkada karena menyangkut nasib partai. Kita tidak dalam posisi sepakat atau tidak sepakat.

Namun, PAN dianggap tidak loyal dan main di dua kaki?
Saya merasa hubungan dengan partai koalisi baik-baik saja. Bahwa ada pendapat, ya, masa berpendapat saja di masa demokrasi tidak boleh? Saya kira sah-sah saja.

Ada selentingan sikap PAN itu harus dibayar. Salah satunya ialah mencopot menteri asal PAN di kabinet?
Ini bukan soal bayar-membayar. Ini soal nasib partai. Kalau reshuffle itu sepenuhnya hak presiden. Dari awal, bahkan sebelum koalisi, saya tidak ikut campur. Kita, kan, memberikan kader-kader terbaik PAN untuk bantu pemerintah, bukan untuk mendapatkan sesuatu untuk partai.

Lalu, bagaimana sikap PAN soal Perppu Ormas?
Ya, itu hak pemerintah mengeluarkan perppu. Kan, sekarang mau diproses di DPR, ya, kita tunggu saja. Kita lihat item per item.

Sebagian partai sudah menyatakan tetap mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Bagaimana dengan PAN?
Kita belum membahas itu. Kita sedang fokus di sisa waktu pemerintahan Jokowi-JK.

Kelihatan Pak Amien Rais sangat dominan di PAN?
Tidak juga. Di Indonesia ada orang-orang khusus seperti Bu Megawati, Pak Amien, dan Gus Dur. Mereka bicara apa saja boleh. PAN memang berbeda, agak aneh. PAN sangat demokratis sehingga memprotes ketum itu biasa saja. Mungkin di tempat lain dianggap tabu, tetapi di tempat kami biasa saja. Untuk pengambilan keputusan, kita ada rakernas, rapim, dan apabila sudah ada keputusan baru suara kita sama. (Nov/P-3)

Komentar