Pesona

Inspirasi dari Ragam Jaket Presiden

Ahad, 30 July 2017 10:35 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

DOK PRESIDENTIAL PALACE

MENGENAKAN jaket bergaya varsity (universitas), Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak sporty di acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di Pekanbaru, Riau, Minggu (23/7). Dengan warna merah putih pada jaket itu, penampilan Kepala Negara pun serasi dengan kaus berwarna serupa yang ia kenakan di bagian dalam.

Saat melanjutkan agenda dengan peninjauan rus tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, terlihat bahwa jaket merah putih itu memiliki logo pahlawan super, the Flash, di bagian dada. Sebelumnya logo ini tertutup pin HAN 2017.

Dari situ terlihat keluwesan Presiden soal gaya busana. Ia tidak mempersoalkan dengan adanya aplikasi pop culture. Namun, tampaknya ia lebih mengedepankan fungsi busana meski kemudian logo pahlawan super menimbulkan sedikit sisi humoris pada penampilannya. Tidak mengherankan, jaket itu pun cukup jadi perbincangan netizen. Tidak sedikit yang menyebut Presiden sebagai sosok yang gaul.

Presiden Jokowi dan jaket trendi memang bukan hal yang baru. November tahun lalu, kehebohan yang dibuat Presiden di kalangan penggemar fesyen lebih besar lagi karena jaket bomber (ala penerbang) berwarna hijau yang dikenakannya saat memberikan pidato di Istana Merdeka. Begitu publik mengetahui mereknya, jaket itu pun ludes di toko.

Kemudian, sekitar seminggu sebelum peringatan HAN 2017, Presiden juga mengenakan jaket sporty. Jaket berwarna biru kuning itu ia beli di sebuah mal di Makassar, Sulawesi Selatan, yang kemudian ia pakai juga saat kunjungan ke Kalimantan Timur.

Dari segi busana, kesukaan Presiden mengenakan jaket sejurus dengan yang disarankan para pengamat fesyen untuk para pria berbadan langsing. Jaket memberikan kesan badan lebih berisi.
Selain itu, jaket memang cara jitu membuat penampilan berbeda. Memilih jaket berwarna cerah dan berpotongan sporty, akan membawa kesan cerah dan segar. Sementara itu, dari segi kenyamanan, jaket memang cocok untuk kegiatan luar ruang dan jauh lebih dinamis ketimbang jas.

Cara komunikasi

Bagi desainer senior, Samuel Wattimena, cara berpakaian Presiden Jokowi juga menjadi komunikasi nonverbal yang hangat dan sarat makna. ketika Presiden berkunjung ke mal, membeli produk fesyen dalam negeri, dan kemudian benar-benar dikenakan, itu menyiratkan dorongan untuk mencintai produk lokal.

"Citra yang dibangun bukan dalam kalimat tersusun. Action speaks louder than words, inilah yang tepat untuk menggambarkan Pak Jokowi. Ajakannya untuk mencintai produk dalam negeri diperlihatkan dengan aksi bukan kata-kata, bukan hanya omong doang," kata pria yang akrab disapa Sammy ini kepada Media Indonesia, Kamis (27/7).

Tidak hanya soal fungsi pada proporsi tubuh dan kenyamanan, busana juga berarti besar bagi citra tokoh publik. Mengatrol citra lewat busana bahkan sudah dikenal dunia politik Amerika Serikat (AS) sejak zaman Presiden John F Kennedy.

Patsy Cisneros, salah satu pendiri Political Icon yang merupakan perusahaan konsultan citra politik di Los Angeles, AS, mengungkapkan bahwa busana berguna untuk menjalin koneksi dengan publik yang dihadapi tokoh politik. "Kamu perlu tampilan yang sesuai dengan level publik tempat kamu bicara. Tampilan itu harus dapat membuat kamu terhubung dengan orang-orang meski kamu tidak melihat atau bertemu langsung ke orang-orang itu," tuturnya seperti dilansir the Washington Times, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, tentunya busana juga memiliki risiko citra yang besar karena sangat mudah dan cepat dilihat. Ketika busana yang dikenakan tidak cocok dengan bentuk tubuh atau pun dengan acara yang didatangi, kesan negatif pun cepat muncul. (M-3)

Komentar