Gaya Urban

Mendaki dan Menyapa Netizen

Ahad, 30 July 2017 17:00 WIB Penulis: Tosiani

DOK. TIM #VLOGGUNUNG

PRESENTER Uli Herdinansyah dan Aline Adita meninggikan kerah jaket mereka hingga menutupi leher. Udara di Puncak Sikunir, Pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, memang menggigit. Terlebih Rabu (12/7) pagi itu kabut tebal seolah enggan beranjak hingga sinar matahari sulit menghampiri.

Mendaki gunung bukan hal baru untuk dua sahabat ini. Namun, kali ini mereka bukan sekadar mendaki, melainkan sekaligus membuat video blog (vlog) yang berisi segala hal informatif seputar pendakian, termasuk jalur pendakian, kiat mendirikan tenda, hingga kiat olahraga ringan untuk menjaga fisik tetap prima.

Uli yang lama menjadi presenter acara infotainment juga mengambil peran sebagai produser dan ketua tim #Vloggunung itu. Selain mengajak sang sahabat Aline, ia menggandeng videografer dan kamerawan Agus Kurniawan, serta sound editor Andri Kuncoro.

Dari Puncak Sikunir yang juga merupakan lokasi desa tertinggi di Jawa, yakni Desa Sembungan, mereka mengarah ke Gunung Prau. Di gunung dengan ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut itulah, mereka berencana mengabadikan keindahan momen matahari terbit maupun terbenam. Momen itu sekaligus direncanakan menjadi salah satu suguhan utama bagi para netizen penikmat vlog mereka.

Perkembangan teknologi informasi digital serta media sosial memang membuat budaya 'merekam dan membagikan' meluas ke berbagai sisi kehidupan, termasuk dalam kegiatan-kegiatan hobi dan pelesir. Orang kini tidak hanya menikmati hobi bagi diri sendiri, tetapi juga untuk disebarluaskan.

Uli mengaku kegiatannya membuat vlog berawal dari keisengan. Pria berusia 41 tahun ini iseng menggunggah sebuah video pendakiannya ke Gunung Papandayan, Jawa Barat.

Unggahan di akun Instagram dan Facebook fanpage miliknya itu ternyata mendapat banyak respons positif. "Mendapat tanggapan sangat baik dari teman-teman dan netizen. Seorang teman saya yang pemilik agency konten digital kemudian mengajak tim #Vloggunung untuk menjadi kontributor," kata Uli kepada Media Indonesia yang juga ikut dalam pendakian ke Gunung Prau. Uli yang sudah beberapa kali mendaki Gunung Lawu, Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Semeru, hingga Gunung Rinjani jelas antusias mendapat tawaran itu. "Kalau tayangan di TV itu banyak aturannya, tapi kalau ini kami buat semau-maunya. Selain menyalurkan hobi, vlog gunung untuk mengajak, mempromosikan kepada orang lain agar tertarik naik gunung," tambahnya.

Demi gambar bagus

Pada pendakian ini, sesampainya di Gunung Prau, Uli dan timnya memilih salah satu bukit berketinggian 2.565 mdpl sebagai lokasi kemah. Uli menilai bukit tersebut menjadi lokasi yang tepat untuk mengabadikan matahari terbit dan terbenam.

Sayangnya, perkiraannya meleset. Area yang sangat terbuka dan berangin kencang mengembuskan debu kering ke dalam tenda. Saat pagi datang, matahari malah tidak kelihatan karena tertutup oleh kabut tebal. Jarak pandang yang ada paling hanya sejauh sekitar 15 meter.

Demi mendapatkan gambar yang diinginkan, Uli pun memutuskan menginap satu malam lagi di Prau. Mereka pindah ke lokasi yang lebih terlindung meski pemandangan tidak seindah di lokasi awal.
Dengan adanya kebutuhan untuk menghasilkan video, rencana pendakian memang bisa berubah demi mendapat gambar bagus. Di sisi lain, hal ini yang juga bisa membuat pengalaman mendaki jadi berbeda dari biasanya. Tidak lagi hanya memikirkan kepuasan pribadi, tetapi juga memikirkan respons penonton nantinya.

Momen yang diidamkan pun didapat ketika petualangan mereka. Di saat fajar, wajah empat gunung, yakni Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu, terlihat dari Prau. Uli dan Aline segera mengibarkan bendera Merah Putih yang diikatkan di tongkat hiking, sedangkan Agus dan Andri mengambil gambar. Untuk pulang, Uli dan tim memilih jalur Patak Banteng Dieng. Jalur ini dikenal lebih curam tetapi memiliki pemandangan yang sangat indah. Tim pun berjalan menyusur bibir jurang sehingga melihat keindahan lembah Dieng lebih jelas.

Uli mengaku pendakian kali ini memberinya pengalaman yang sangat memuaskan. Bukan saja tantangan menaklukkan jalur pendakian, melainkan juga tantangan menangkap momen yang indah. Ia berharap, dengan video yang diproduksinya, lebih banyak orang akan mencintai alam pegunungan Indonesia. (M-3)

Komentar