Jeda

Ikhtiar Memberdayakan Keluarga Indonesia

Ahad, 30 July 2017 08:30 WIB Penulis:

MI/FURQON ULYA HIMAWAN

UPAYA saling memberdayakan, menginspirasi, dan bertukar informasi, sekaligus menggerakkan perlawanan pada kerapuhan nilainilai sosial, ketidakacuhan, serta retaknya daya ikat keluarga, dirintis dari bangunan di pinggir sawah, 16 kilometer dari puncak Merapi.

Mereka menepis kabar buruk yang datang silih berganti, perundungan, hingga aksi bunuh diri.

Di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kerai, Desa Widodomartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (26/7) siang, perayaan Hari Puisi dimanfaatkan sebagai momentum. Aktivis literasi yang juga pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong, 54, di depan puluhan anak berkisah tentang tangan kirinya yang putus serta usahanya untuk bangkit.

Alhasil, dari semula tak ada yang mau maju untuk menjawab tantangannya, Diantika Ratna Sari, 10, pun akhirnya berani membacakan puisi Gadis Kecil Bersama Gong. Paduan kegiatan literasi dan motivasi itu, menurut Gong, memperluas jangkauan kampanye capacity building Generasi JAGUAR ke penjuru Indonesia.

Kepanjangan JAGUAR ialah jantan (berani karena benar), andal (membantu dalam kebaikan), gagah (sehat jiwa dan raga), unik (menumbuhkan potensi dan inovatif), aktif (penuh ide kreatif), serta responsif (peduli, empati, toleran).

Gong mampir ke Yogya sebagai bagian dari Tur Gempa, rangkai an perjalanan yang ia lakukan bersama dengan istri dan tiga anak mereka.

"Kami ingin menghancurkan kebodohan dan melahirkan peradaban baru yang lebih baik, generasi JAGUAR ini," kata lelaki peraih anugerah Tokoh Literasi 2016 dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Ada pertunjukan seni, bazar buku, diskusi atau seminar literasi, hibah buku, dan pelatihan. Sementara itu, pelatihan literasi yang sehat dari rumah dipandu Gong dan sang istri, Tias Tantaka, 46.

Juga ada kelas percaya diri hingga menembus beasiswa SD hingga SMA di Dubai dari sang putri, Gabriel Gee, 18. Bukan cuma kata, aksi gotong royong seluruh anggota keluarga untuk berkontribusi pun diperlihatkan Natasha Azka, 12, si bungsu yang membantu berjualan buku sembari menawarkan produknya, slime dan squishi.

Sementara itu, Jordy Alghifari, 13, mendokumentasikan kegiatan mereka lewat foto dan media sosial. Mereka hadir sebagai anggota tim sekaligus menginspirasi langsung dari aksi. "Memang belum sempurna, ini proses belajar bagi mereka," aku Gong. FU/M-1

Komentar