Travelista

Bermain Salju di Snowy Mountains

Ahad, 30 July 2017 04:31 WIB Penulis: Basuki Eka Permana

MI/Basuki

Australia menyajikan wisata salju yang memadukan alam dan fasilitas terbaik.

SNOWY Mountains atau yang lebih akrab disebut Snowies oleh warga Australia merupakan jajaran pegunungan tertinggi di daratan 'Negeri Kanguru'. Di kawasan itu juga terdapat puncak tertinggi di daratan Australia, yaitu Gunung Kosciuzko uang memiliki ketinggian 2.228 meter di atas permukaan laut.

Snowy Mountains berada di wilayah Negara Bagian New South Wales. Saya berkesempatan mengunjungi kawasan itu atas undangan Singapore Airlines dan Destination New South Wales pada pertengahan Juni lalu.

Mengingat salju turun di kawasan itu paling banyak pada Juni, Juli, dan awal Agustus, saya merasakan suhu hingga -7 derajat celsius dan melihat salju secara langsung untuk pertama kalinya.

Saya memasuki kawasan Snowy Mountains melalui Kota Cooma yang disebut sebagai gerbang bagi para wisawatan yang ingin berkunjung ke kawasan yang terkenal karena aktivitas saljunya seperti Thredbo atau Perisher Valley.

Cooma bisa dicapai dengan perjalanan udara selama 1 jam dari Sydney, kota terpadat di Australia. Namun, kala itu, perjalanan saya dari Sydney ke Cooma menjadi 4 jam karena kabut menutupi bandara kota tersebut. Pesawat yang saya tumpangi harus berputar di udara beberapa kali sebelum akhirnya kabut terurai dan pesawat bisa mendarat.

Mencoba schnapps

Dari Bandara Cooma, kami melakukan perjalanan menggunakan mobil selama 1 jam menuju Wildbrumby Distillery untuk santap siang.

Terletak di antara Desa Jindabyne dan resor ski Thredbo, Wildbrumby menampilkan pemandangan menawan Gunung Kosciuszko. Distillery yang juga mencakup restoran itu juga memiliki kebun yang luas dan hijau.

Wildbrumby menawarkan makanan khas Austria tetapi dibuat dengan bahan-bahan dasar asli Australia. Anda bisa mengonsumsi pfandl, ruben, sosis, schnitzel, gulasch, dan kassler. Untuk makanan pencuci mulut, ada strudel, gugglhupf, dan scroll.

Wildbrumby buka setiap hari sejak pukul 10.00 hingga pukul 18.00 waktu setempat. Selain makan siang, kami mencoba schnapps. Schnapps ialah minuman beralkohol yang dibuat dengan menambahkan sirup buah, rempah-rempah, atau rasa buatan ke dalam minuman fermentasi biji-bijian.

Schnapps ialah kata dalam bahasa Inggris yang merupakan turunan dari bahasa Jerman yang berarti minuman beralkohol yang dibuat dengan cara penyulingan. Cara meminum schnapps dengan menenggaknya dengan cepat dari sebuah gelas kecil (shot glass).

Di Wildbrumby, ada sejumlah varian rasa schnapps mulai manis, asam, hingga pedas. Varian rasa itu ialah apricot, butterscotch, limoncello, peach nectar, pear william, pink lady apple, sour apple, baked apple, raspberry, manggo, dan devil's tongue.

Menurut pemandu kami, Jim Tan, schnapps di Australia berbeda dengan minuman serupa di Jerman.

"Perbedaannya pada kandungan alkoholnya. Kalau di Jerman, kandungan alkohol schnapps bisa mencapai 40%, sedangkan di Australia hanya sekitar 18%," ujarnya.

Anda bisa membawa pulang sebotol schnapps ukuran 500 ml seharga A$33 (sekitar Rp330 ribu) hingga A$49 (sekitar Rp490 ribu).

Selain schnapps, Wildbrumby menawarkan gin dan vodka. Gin ialah minuman beralkohol yang dibuat dari buah pohon juniper. Vodka ialah minuman keras yang dibuat dari campuran air dan etanol.

Satu botol gin berukuran 500 ml di Wildbrumby dijual seharga A$65 (sekitar Rp650 ribu), sedangkan vodka berukuran 500 ml ditawarkan dengan harga A$45 (sekitar Rp450 ribu).

Lake Crackenback Resort

Selepas makan siang, kami bertolak ke tempat saya menginap di Snowy Mountains, yaitu Lake Crackenback Resort. Resor seluas lebih dari 60 hektare itu berada di dekat Taman Nasional Kosciuszko. Apartemen yang ditawarkan resor 4,5 bintang itu ada yang mencakup 1 kamar tidur, dua, dan tiga dengan pemandangan danau atau gunung.

Marketing Manager Lake Crackenback Resort Rebecca Hedger mengungkapkan banyak kegiatan gratis yang bisa dilakukan di resor tersebut.

"Kami memiliki tiga lapangan tenis, lapangan golf 9 hole, trampolin, dan sejumlah board game. Anda juga bisa mencoba panahan, mountain bike, trail running, dan walking track," jelasnya. Setelah check-in dan menaruh barang bawaan di kamar, saya menyewa perlengkapan snowsports di Harro's yang letaknya berada di sebelah gedung resepsionis. Saya menyewa jaket, celana, dan sepatu antiair. Ketiga barang itu dibutuhkan saat saya akan bermain salju di Thredbo Snow Play Park pada keesokan harinya.

Bermain salju

Keesokan harinya, kami melakukan perjalanan ke Thredbo Snow Play Park. Dari Lake Crackenback Resort, Threbo bisa dicapai dalam tempo kurang lebih 15 menit menggunakan mobil. Karena Thredbo berada di kawasan Taman Nasional Kosciuszko, saya harus membayar entry permit seharga A$29 (sekitar Rp290 ribu) per hari per mobil.

Di Thredbo ini, saya pertama kali melihat salju secara langsung. Banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di sana. Saya langsung mencoba snowtubing. Saya meminjam semacam ban besar yang digunakan untuk meluncur dari atas bukit.

Di sekitar saya, banyak anak meluncur menggunakan toboggan. Toboggan ialah semacam kayu yang digunakan untuk meluncur dari atas bukit selain tubing. Di tempat yang sama, sejumlah orang asyik membuat snowman.

Anda bisa menyewa snowtube seharga A$32 (sekitar Rp 320 ribu) per hari dan toboggan seharga A$15 (sekitar Rp150 ribu) per hari.

Setelah puas bermain snowtube, saya meminjam snowshoe dan naik Kosciuszko Express Chairlift hingga ketinggian 1.937 meter di atas permukaan laut.

Snowshoe terdiri dari sepatu khusus yang berbentuk seperti raket tetapi terbuat dari material ringan seperti aluminium dan neoprene. Di dasarnya ada konstruksi mirip gigi sehingga Anda tidak akan jatuh saat berjalan di atas salju. Anda juga akan mendapatkan tongkat yang bentuknya sama dengan yang biasa digunakan para pemain ski.

Kosciuszko Express Chairlift ini beroperasi 365 hari dalam setahun. Chairlift ini memiliki panjang hampir 2 kilometer dan naik secara vertikal 560 meter. Perjalanan menggunakan chairlift ini membutuhkan waktu 15 menit dan Anda akan tiba di titik terdekat dengan puncak Gunung Kosciuszko.

Snowshoe bisa Anda sewa seharga A$94 (sekitar Rp940 ribu). Sementara itu, tiket untuk naik Kosciuszko Express Chairlift seharga A$125 untuk 1 day pass.

Guide saya, Acacia Rose, kemudian mengajarkan cara memakai snowshoe dan cara berjalan. "Jika Anda bisa berjalan, Anda pasti bisa berjalan menggunakan snowshoe," ujarnya. (M-1)

Komentar