Kuliner

Tampil Beda di Arion Swiss-belhotel

Ahad, 30 July 2017 06:01 WIB Penulis: Riz/M-4

MI/BARY FATAHILLAH

SEBAGIAN orang mungkin sering menikmati grilled lamb chopped atau nasi panggang Bangka. Namun, ada yang berbeda dengan kedua sajian itu saat Anda berkunjung ke Arion Swiss-belhotel Kemang, Jakarta. Kedua hidangan utama itu mengalami modifikasi dan menggoda untuk dicicipi.

Penyuguhannya sebenarnya sama seperti grilled lamb chopped pada umumnya. Namun, ada sentuhan khas Indonesia yang dilekatkan pada hidangan ini, seperti digosongkan sedikit di beberapa bagian serta daging kambingnya dimasak hingga tingkat kematangan medium well sampai well done.

"Ini sebenarnya lamb chopped yang umum, cuma penampilannya dan teman makannya itu agak beda sedikit. Kita tetap pakai kentang tapi kita masak dengan cara Indonesian-Western, dipanggang tapi pakai keju juga yang agak digosongkan sedikit. Lamb-nya juga di-grilled tapi kita gosong-gosongkan sedikit, sausnya pakai saus ala Indonesia, tumis bawang, jadi rasanya keindonesiaan. Mirip seperti saus tongseng tapi enggak pakai kecap," jelas Executive Chef Arion Swiss-belhotel Kemang Jakarta, Achmad Sayuzi, kepada Media Indonesia, Jumat (14/7).

Dengan sentuhan Indonesia, tak pelak rasanya pas bagi lidah orang Indonesia. Hidangan ini bukan hanya potongan kambing dan kentang, melainkan juga didampingi ratatouille. Ratatouille merupakan hidangan Prancis yang berupa sayuran musim panas yang dimasak dengan herb. Di Arion Swiss-belhotel dibuat dengan tomato paste, oregano, serta bawang bombai yang komposisinya diperbanyak.

"Tekstur iganya sendiri kita buat medium well till well done. Jadi warnanya cokelat tua dan dia benar-benar daging matang. Kalau Western kan medium rare to medium," imbuhnya.

Sebelum di-grilled, potongan daging kambing itu dibumbui terlebih dahulu, setelah itu digoreng dengan minyak sedikit guna memastikan lemak-lemak yang tertinggal matang. Saat dinikmati pun lamb-nya terasa gurih dan bumbunya meresap. Baked potato-nya yang sebagai pendamping pun masih memiliki tekstur kentang. Untuk makanan ini, Anda bisa menikmatinya dengan harga Rp220 ribu++.

Ayam panggang

Bagi penikmat makanan Indonesia, Anda bisa menikmati Ayam Panggang Bangka. Namun, yang spesial dari menu ini justru nasinya.

"Ayam Panggang Bangka sebenarnya ayam panggang, tapi kelebihannya justru ada di nasinya. Kita nasi kunyit sama sambalnya ala cobek atau sambal dadakan," jelas Chef Achmad.

Proses memasak ayamnya sendiri umumnya sama, yaitu dibumbui terlebih dahulu dan diungkep selama 3 jam, lalu di-grilled selama 15 menit, disajikan saat segar sehingga masih juicy tapi crispy di bagian luarnya. Nasinya, saat dicicipi Media Indonesia, terasa enak. Nasinya dimasak dengan minyak kunyit, minyak serai, dan sedikit ketumbar, mirip nasi kuning ala Bali serta diberi potongan cabai rawit sedikit.

Tidak hanya rasa dari nasi yang unik. Saat disajikan pun nasi tersebut dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar sehingga selain cita rasanya yang gurih, ia memiliki aroma yang khas yang menggugah selera. Ayam Panggang Bangka ini bisa Anda nikmati dengan harga Rp180 ribu++.

Untuk makanan penutupnya, Anda bisa memesan Apple Tart. Potongan apel yang dipotong pipih dimasak hingga memiliki lapisan karamel yang berasal dari gula dan kayu manis. Potongan apel itu ditaruh di atas pastry dan disajikan dengan es krim vanila serta disiram saus stroberi. Cita rasanya sungguh unik dan seimbang. Antara rasa asam, manis, segar, serta tekstur apelnya yang masih crunchy berpadu menjadi satu. Makanan penutup ini bisa Anda nikmati dengan harga Rp110 ribu++.

Komentar