Features

Terkejut Lihat Kamar hingga Latihan Buka Pintu

Sabtu, 29 July 2017 16:37 WIB Penulis: Siswantini Suryandari/Laporan dari Arab Saudi

MI/Siswantini Suryandari

TAMPAK wajah-wajah letih turun dari bus pengantar jamaah haji di depan hotel Mawadah Mawa, Madinah, Jumat (28/7) pukul 20.30 waktu arab saudi atau pukul 00.30 WIB. Hotel itu hanya berjarak 600 meter dari kompleks Masjid Nabawi.

Karta bin Sani warga Sindareja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah langsung tersenyum saat memasuki hotel bintang tiga itu.

"Hotele apik ya," ujarnya sambil berbisik kepada kawannya yang ada di sampingnya.

Sejumlah petugas kemudian mengatur barisan.

"Ayo baris-baris," seru petugas haji sektor 2 untuk pemondokan.

Kedatangan jamaah haji dari embarkasi Solo ini mendapat kejutan karena disambut oleh Konjen RI di Jeddah, Mohamad Hery Saripuddin, Kepala Daker Madinah Amin Handoyo dan Muassasah Adilla (perusahaan yang menangani pemondokan selama di Madinah).

"Assalamualaikum bapak dan ibu sekalian. Selamat datang di Madinah. Di sinilah bapak dan ibu menginap selama melaksanakan prosesi ibadah salat Arbain 40 waktu," kata Konjen RI di Jeddah saat menyambut para tamu Allah ini.

Tidak lama setelah sambutan, pihak tuan rumah menaburkan bunga mawar, sekaligus ada petugas hotel membagikan jus jeruk dan biskuit manis rasa jahe kepada para jamaah haji.

Ada enam lift di hotel tersebut. Namun dua lift sebelah kanan khusus untuk mengangkut koper-koper jamaah haji. Konjen kemudian turut serta menemani jamaah haji meninjau kamar hotel di lantai 11. Ada satu kamar untuk tiga orang, ada juga yang isinya enam orang.

"Kamar di sini terbanyak berisi enam tempat tidur," kata petugas hotel.

Raut wajah jamaah pun berubah kaget saat menyaksikan kamar hotel. Ada kasur busa empuk. Kamar mandi menggunakan shower dan dilengkapi dengan air panas. Dan di depan kamar tepatnya tidak jauh dari pintu terdapat dispenser untuk air minum jamaah. Dispenser air ini ada di setiap kamar-kamar hotel namun diletakkan di luar.

"Wah kasure disogi bantal (kasurnya diberi bantal). Empuk," ujar jamaah lainnya saat melihat kondisi kamar hotel.

Petugas hotel mengingatkan agar setiap tamu untuk menjaga kebersihan dan kunci jangan sampai hilang.

Beberapa jamaah tampak sedang berlatih membuka dan menutup pintu kamar dengan kunci otomatis.

"Iyong ra bisa (saya tidak bisa)," ujar seorang jamaah sambil beberapa kali menempelkan kunci mirip kartu.

Kemudian petugas haji mengajarinya.

"Begini ya bapak ibu caranya membuka kunci. Masukkan dan biarkan sampai muncul warna hijau lalu buka. Kunci ditarik lagi," seru petugas.

Pada hari itu ada delapan bus yang membawa 347 jamaah haji asal embarkasi Solo menginap di hotel Mawaddah Mawa. Tidak hanya dari Jawa Tengah saja, ada juga jamaah haji dari Malaysia yang menginap di situ.

Jadi satu hotel beragam budaya dan bahasa. Bahkan bila antarteman tidak bisa berkomunikasi karena kendala bahasa, bahasa isyarat menjadi andalannya. Meski mereka tidak saling mengenal namun cepat akrab dan gembira. Hal itu terpancar dari wajah para jamaah.

Kepala Daker Madinah Amin Handoyo menjelaskan selama berada di Madinah, jamaah haji akan melaksanakan salat Arbain 40 waktu atau sekitar delapan hingga sembilan hari di Madinah.

"Biaya penginapan di Madinah selama Arbain sebesar 940 riyal, " jelasnya.

Ada 131 hotel atau pemondokan yang disewa PPIH untuk jamaah haji Indonesia. Jarak pemondokan terjauh dari Masjid Nabawi sekitar 1.250 meter. Seluruh jamaah setiap kali akan menuju masjid Nabawi untuk melaksanakan ibadah Arbain disediakan bus-bus pengantar.

"Ini untuk pertamakalinya dioperasikannya bus shalawat di Madinah," jelas Amin. (OL-6)

Komentar