Eksplorasi

Senjata Super di Sektor Maritim

Sabtu, 29 July 2017 00:51 WIB Penulis: Zico Rizki

US Navy

KEPEMILIKAN alat utama sistem pertahanan (alutsita) sudah menjadi kebutuhan strategis tiap negara.

Anggaran militer fantastis akan digelontorkan, baik secara operasional, penelitian, maupun pengembangan senjata baru.

Di awal bulan ini, Kantor Riset Angkatan Laut Amerika Serikat (ONR-AS) menguji coba prototipe senjata masa depan yang dapat menembakkan proyektil yang setara dengan enam kali kecepatan suara dengan menggunakan kekuatan elektromagnetik.

Senjata bernama Railgun itu didemonstrasikan di lapangan Naval Surface Warfare Center Dahlgren Division, Virginia, AS.

Sebelumnya, para peneliti telah mengetes tingkat pengulangan penembakan awal dari beberapa tembakan beruntun (salvo) pada energi muzzle yang rendah.

Dalam praktiknya, saat ditembakkan, senjata tersebut memanaskan udara di depannya hingga mengeluarkan sebuah asap serta menghasilkan ledakan sonik saat menghantam hambatan suara (sound barrier).

Medan magnet kuat yang diciptakan tenaga tekanan listrik (electric pulse) dalam sebuah sistem daya tekanan (pulse power system) digunakan sebagai daya pelontar yang dapat menerbangkan amunisi dalam kecepatan 4.500 mil per jam, atau dalam ukuran kecepatan suara mencapai mach 6. Angka ini berarti enam kali lebih cepat daripada kecepatan suara.

Kecepatan ultratinggi ini sangat genting untuk efek maksimal dalam menghancurkan target.

Gaya elektromagnetik yang dihasilkan dapat disesuaikan, bergantung pada kisaran target.

Pengujian tingkat pengulangan penembakan Railgun akan mencapai 20 megajoule pada akhir musim panas dan 32 megajoule pada tahun depan.

Sebagai acuan, satu megajoule setara dengan energi satu ton kendaraan yang bergerak sejauh 160 mil per jam.

Beberapa tes pengujian yang diperlukan berikutnya ialah tingkat keamanan peluncuran, tingkat penembakan, dan ukuran tembakan beruntun.

Railgun melontarkan rudal-rudal tanpa bergantung pada bahan peledak kimia (propelan), hanya dipicu tenaga listrik.

Serangan laut,darat,dan udara

Berdasarkan uji coba tipe Railgun yang diciptakan sebelumnya, yakni railgun elektromagnetik bernama Blitzer, senjata super itu terbukti dapat menembus beton pada jarak 100 mil.

Angkatan Laut AS telah mengerjakan prototipe senjata itu dengan menggaet BAE Systems sejak 2005.

Sementara itu, Blitzer dirancang General Atomics Electromagnetic Systems (GA-EMS).

Tahap I pengembang Railgun berfokus pada pengembangan teknologi daya tekanan. Selanjutnya, pada fase II yang dimulai pada 2012, pengembangan difokuskan pada sistem daya tekanan dan sistem peluncur.

Ide pembuatan Railgun dapat menaikkan kemampuan perang armada kapal di lautan.

Dengan cakupan area target yang luas dan respon yang sangat cepat, Railgun dapat mempersenjatai kapal perang menjadi lebih canggih dan mematikan lawan.

Dalam peperangan, senjata itu bisa digunakan untuk menyerang target di darat, laut, atau udara dengan sangat presisi.

Railgun disebut-sebut sebagai salah satu teknologi peperangan masa depan, yaitu menggunakan energi kinetik dan laser, bukan lagi bahan peledak terkontrol yang klasik.

Keuntungan utama teknologi Railgun ini ialah minimnya penggunaan bahan peledak di kapal dan secara drastis juga dapat mengurangi biaya.

Dr Thomas Beutner, Kepala Departemen Tenaga Nuklir dan Senjata Kantor Riset Angkatan Laut, mengatakan Railgun dan directed-energy weapons lainnya akan menjadi tolok ukur keunggulan dalam sektor pertahanan maritim di masa depan.

Ia menambahkan penciptaan dan penyempurnaan Railgun akan menjadikan AS unggul jika dibandingkan dengan negara adi daya lainnya.

(ONR/Daily Mail/L-1/M-3)

Komentar