Polkam dan HAM

Menristek Dikti Sering Dapat Laporan Kegiatan Radikalisme di Kampus

Rabu, 26 July 2017 13:04 WIB Penulis: Intan Fauzi

ANTARA/M AGUNG RAJASA

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengakui dirinya sudah mengetahui adanya dosen yang sudah terindikasi terlibat paham radikalisme. Ia meminta rektor perguruan tinggi memperhatikan masalah itu.

"Kenapa kami katakan harus diperhatikan, karena perguruan tinggi adalah sarana untuk mencetak calon generasi bangsa," kata Nasir saat melakukan pengarahan pada rektor-rektor di Gedung Kemenristek Dikti, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/7).

Nasir mengaku sering mendapatkan laporan kegiatan-kegiatan radikalisme yang dilakukan oleh dosen. Keterlibatan dosen secara langsung dalam kegiatan radikalisme perlu dicegah.

"Rektor harus beratanggung jawab apa yang terjadi di kampusnya masing-masing, saat perekrutan serta pendataan kampus harus jeli benar akan hal itu," jelas Nasir.

Laporan tentang adanya dosen yang terlibat paham radikalisme dikatakan Menristek Dikti tidak hanya disampaikan oleh jajarannya, di media sosial pun ia juga mendapatkan pengaduan. Nasir mengaku ironis melihat fenomena tersebut.

"Banyak netizen yang sampaikan pada saya, Pak Menteri kan mereka kerja untuk negara tapi mereka malah merongrong dan bahkan mengancam persatuan negara," ungkap Nasir.(OL-3)

Komentar