Lingkungan

Sejak Juni, 51,8 Ton Garam Ditebar untuk Hujan Buatan

Senin, 24 July 2017 22:40 WIB Penulis: Antara

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan garam seberat 51,8 ton telah ditebarkan untuk memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak Juni 2017.

Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Witjaksono Hadi dalam keterangannya, Senin (24/7), mengatakan hujan buatan atau TMC sudah dilaksanakan sejak awal Juni 2017 di Provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan DAN menghabiskan sebanyak 51,8 ton garam.

Djati juga menambahkan upaya pemadaman, sosialisasi, dan patroli terpadu terus dilakukan secara intensif oleh Tim Terpadu Satgas Karhutla, pada lokasi-lokasi rawan kebakaran.

Upaya "water bombing" untuk pemadaman telah menghabiskan sekitar 10 juta liter air sejak Februari 2017 pada Provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan.

Menurut dia, sebanyak 64 titik api terpantau oleh satelit milik NOAA di sejumlah wilayah Indonesia per 23 Juli 2017, pukul 20.00 WIB.

Sedangkan total titik api yang terpantau satelit NOAA per 1 Januari sampai dengan 23 Juli 2017 dilaporkan mencapai 847 titik. Jumlah ini memang mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan pada periode yang sama pada 2016, yaitu sebanyak 1.088 titik di api.

Sementara informasi berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua (NASA), per 1 sampai dengan 23 Juli 2017, pukul 20.00 WIB, jumlah titik api mencapai 157 tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

"Berdasarkan laporan Kepala Daerah Operasional (Daops) Karhutla KLHK di
lapangan, hingga 23 Juli 2017, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang telah ditangani adalah seluas 2.232,521 hektare, dengan peningkatan di provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Sumatra Selatan," kata Djati. (X-12)

Komentar