Jeda

Belajar Mencintai Budaya Indonesia

Ahad, 23 July 2017 07:30 WIB Penulis:

MI/ADAM DWI

"PA, aku kepilih," ujar Zahrah Aulya Afifah, 8, sambil berlari ke pinggir ruangan menuju ayahnya yang duduk bersila. Zahrah terpilih sebagai salah satu penari yang akan tampil pentas Hari Kemerdekaan RI bulan depan.

Sudah dua tahun terakhir Zahrah dan Nadine Robhika Julin, 9, berlatih menari tradisional yang diselenggarakan Yayasan Belantara Budaya Indonesia di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, setiap akhir pekan. Nadine bahkan pernah menyabet juara pada ajang Lomba Tari Kreasi se-DKI dalam rangka menyambut Hardiknas 2017.

Meski Nadine harus tiba di Museum Nasional Indonesia pukul 09.00 WIB, ia tidak keberatan. Nadine mengaku senang dan banyak teman. "Tidak dipaksa (orangtua). Senang karena banyak teman," ucap Nadine.

Banyak yang diantar orangtua, tapi saat pelatih masuk ruangan, mereka tidak lagi bermanja-manja. Mereka langsung berbaris dan mengikuti instruksi pelatih. Mereka belajar sejumlah tarian, seperti Topeng Gong, Ronggeng Nyentrik, Pendet, Panji Semirang, Puspanjali, dan Yamko. Tarian itu berasal dari Jawa Barat, Betawi, Bali, dan Papua.

Berawal dari gerak-gerak kecil, kecintaan anak-anak akan seni dan budaya tumbuh seiring dengan waktu, apalagi dengan dukungan orangtua dan lingkungan, termasuk sekolah.

Upaya mendekatkan seni dan budaya kepada anak-anak terus digaungkan. Tidak hanya dari yayasan dan organisasi yang peduli dengan seni dan budaya, tapi juga pemerintah. Sejak 2016, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud mengadakan program bertajuk Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Program GSMS yang melibatkan sekolah dan masyarakat itu bertujuan menyaring budaya asing. Apalagi, dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang tepat jatuh hari ini, anak-anak diingatkan kembali akan budaya tradisional. Tanpa mereka, budaya asli Indonesia bisa hilang termakan oleh waktu.

"Sudah saatnya pemerintah menggandeng seniman yang menjalankan seni sebagai panggilan dan jiwa untuk ikut terlibat dalam pemajuan kesenian di Indonesia," ucap Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Workshop GSMS 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (19/7). Zuq/M-4

Komentar