Gaya Urban

Bugar ala Petarung MMA

Ahad, 23 July 2017 05:01 WIB Penulis: Suryani Wandari

MI/Panca Syurkani

BERADA di atas ring, Martjin De Jong, Pendiri Tatsujin Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia, menahan pukulan dan tendangan salah satu muridnya. Dengan cepat dan keras, pukulan demi pukulan menghatam bantalan di kedua tangan Martjin. “Lima menit lagi oke, lakukan dua pukulan tangan dan tendangan atas dengan cepat,” kata Martjin.

Tidak hanya melatih murid, Kamis (13/7) itu Martjin juga memberi sesi trial kepada para wartawan. Pria yang merupakan mantan petarung MMA itu sengaja memperkenalkan teknik Tatsujin MMA sebelum studio yang terletak di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, tersebut diresmikan pada Senin (17/7).

“Tekniknya kombinasi dan MMA adalah latihan yang komplet, tak hanya mengandalkan pukulan ataupun tendangan tetapi harus kuat menghadapi lawan dan belajar kuncian,” kata Martjin yang lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia MMA.

Pria berdarah Indonesia-Belanda itu kemudian menjelaskan teknik yang digunakan di antaranya kickboxing, muay thai, dan gulat. Paduan teknik ini bukan hanya untuk kemampuan bela diri, tetapi juga dapat meningkatkan kebugaran.

Latihan kardio hingga pembentukan otot

Mencoba langsung latihan para petarung di atas ring, kami memulainya dengan tatsu fit, yakni kombinasi antara tinju, kickboxing, dan muay thai. Kombinasi latihan itu melibatkan gerakan kardio (gerakan untuk melatih kerja jantung) dan gerakan-gerakan yang membakar lemak. Dengan begitu, latihan ini juga berfungsi untuk mengatur berat badan. Pada latihan ini digunakan beragam peralatan, seperti kettlebell, dynamex balls, dan battle ropes.

“Dengan program ini, kalori akan terbakar secara cepat dan membuat tubuh semakin kuat,” kata Haghia Sofia Yuniarti, Ambassador Tatsujin MMA Indonesia. Semangat Sofia saat itu juga menular pada peserta yang ikut latihan. Mereka mencoba semua alat tersebut sambil melakukan pemanasan yang cukup menguras energi.

Untuk membakar kalori, ada pula program Hit to Get Fit yang ditujukan untuk memahat dan memperkuat otot. Latihan ini berupa gerakan-gerakan memukul dan menendang samsak. Program ini bisa diaplikasikan untuk segala usia, bahkan untuk menurunkan berat badan.

Beralih ke program selanjutnya, ada Tatsujin Self Defense. Program dibuat untuk melatih dan mengembangkan keterampilan bela diri untuk menengani diri dari situasi yang buruk.

“Saat orang yang mecekikmu dari belakang yang bisa kita lakukan adalah mengikut perutnya lalu melepaskan diri dengan keluar dari bawah tangannya,” kata Martjin. Program ini memang terdiri dari teknik fisik dan nonfisik, bahasa tubuh dan ketegasan.

Tak hanya itu, Brazilian Jiu-Jitsu pun punya beragam cara agar orang bertubuh kecil dapat berhasil mempertahankan dirinya dari lawan yang lebih besar dan kuat. Beberapa kunci utama ialah dengan teknik kuncian yang tepat.

Teknik ini diawali dengan menahan tangan dan melingkarkan kaki ke kaki lawan. Jika dilakukan dengan tepat, teknik ini sudah cukup untuk menjatuhkan lawan.

Namun, untuk dampak yang lebih maksimal, teknik ini bisa dilanjutkan dengan teknik kuncian dari atas yakni mmemegang kuat tangan lawan sambil mendekap lehernya memakai kaki membuat lawan tak bisa bergerak.

Dari program-program yang ada, terlihat bahwa kini MMA tidak semata latihan untuk bela diri. Bahkan dengan adanya program asupan nutrisi, MMA sudah selayaknya program olahraga lainnya yang dibuat untuk mendukung gaya hidup kaum urban. (M-3)

Komentar