Film

Ketika Gru Bertemu Kembarannya

Sabtu, 22 July 2017 23:16 WIB Penulis: Her/M-4

DOK.UNIVERSAL PICTURES

KARIER Balthazar Bratt di dunia akting saat masih kecil sangat gemilang. Dia membintangi serial televisi berjudul Evil Bratt. Di serial itu ia berperan sebagai anak-anak yang memiliki otak kriminal.

Sayangnya, kesuksesan Bratt berhenti saat memasuki pubertas dan memiliki kumis. Acara televisinya tidak dilanjutkan, popularitasnya pun tenggelam.

Diberhentikannya Bratt dari serial itu membuatnya dendam. Ia pun terobsesi menjadi kriminalis sungguhan dengan tujuan utama membalas dendam pada Hollywood dan dunia pertelevisian. Salah satu aksinya ialah berusaha mencuri berlian terbesar di dunia, yang sedang berada di atas kapal laut.

Aksinya itu digagalkan Gru dan istrinya, Lucy, yang kini sama-sama bekerja di Anti-Villain League (AVL). Sayangnya, meski berhasil menyelamatkan berlian tersebut dari pencurian, mereka tidak bisa menangkap Bratt. Kegagalan itu dianggap memalukan bagi pimpinan baru AVL, yang berujung pada pemecatan keduanya.

Gembira

Ketika Gru dan Lucy sedih akibat dipecat, para Minion justru bergembira. Mereka girang, mengira itu artinya Gru akan kembali menjadi penjahat dan mengajak mereka dalam ke­seruan berbuat kejahatan.

Di tengah kebingungan yang baru kehilangan pekerjaan, Gru didatangi seseorang yang hendak menjemputnya ke Pulau Fredonia. Dia diberi tahu saudara kembarnya mengundang Gru ke sana karena ayah mereka baru saja meninggal. Namun, Gru tidak percaya karena tidak pernah diberi tahu ibunya bahwa ia memiliki kembaran. Terlebih, ayahnya diceritakan sudah meninggal sejak lama.

Dru kembaran Gru ternyata seorang pribadi yang periang dan menarik. Namun, dia tidak mampu meneruskan usaha keluarga yang diwariskan ayahnya, yakni sebagai penjahat. Dia meminta Gru bergabung dengannya untuk meneruskan usaha keluarga itu.

Meski sudah memasuki serial ketiga, film Despicable Me belum kehilangan keseruannya. Kelu­cuan Minions dengan berbagai tingkah bahkan bahasa mereka yang tidak selalu bisa dipahami masih mengundang tawa. Apalagi ditambah dengan kehadiran Margo, Edith, dan Agnes, tiga anak yang diadopsi Gru pada edisi sebelumnya. Sifat kanak-kanak mereka yang berbeda karakter amat menggemaskan.

Bedanya dengan perubahan Gru yang kini memiliki istri, filmnya juga menyisipkan dilematika kehidupan rumah tangga dan pola asuh. Gru jadi makin kebapakan, sedangkan Lucy belajar menjadi ibu.

Di sisi lain, Bratt yang menjadi penjahat utama di film kali ini selalu beraksi dengan musik dan tarian, menjadikan filmnya makin seru. Ingin menonton film yang santai dan mengundang tawa? Despicable Me 3 jelas layak jadi pilihan. (Her/M-4)

Komentar