Film

Tujuh Permintaan Mematikan

Sabtu, 22 July 2017 23:01 WIB Penulis: Her/M-4

DOK. WISH UPON MOVIE

BERHATI-HATILAH dengan apa yang kau minta! Itulah pelajaran besar yang mestinya disadari Clare Shannon (Joey King) sesegera mungkin. Namun, kebahagiaan yang muncul lantaran hidupnya mulai berjalan sesuai dengan harapan membuat dia sulit menahan diri untuk meminta.

Semuanya berawal dari kotak musik misterius yang dihadiahkan ayahnya. Jonathan Shannon (Ryan Phillippe), ayah Clare, mempunyai kebiasaan menimbun barang. Dia pun sehari-hari memulung sampah. Kotak musik itu ditemukannya di tempat sampah tak jauh dari rumahnya.

Karena Clare mengambil kelas bahasa Tionghoa, ayahnya merasa kotak yang berhiaskan tulisan Tiong­hoa itu cocok untuk jadi kado bagi putri semata wayangnya. Namun, lantaran tulisannya dalam aksara kuno Tionghoa, hanya sedikit dari tulisan yang terukir di kotak itu yang bisa dipahami Clare, yakni tujuh permintaan.

Di sekolah, Clare jauh dari popular. Teman-temannya tahu bahwa ayahnya suka memulung. Rasa minder sering melingkupinya karena ibunya dulu tewas mengenaskan dengan cara gantung diri. Dia pun kerap menjadi target perundungan siswa-siswa yang popular di sekolahnya.

Karena dilanda frustrasi akibat perundungan di sekolah, permintaan pertamanya yang diutarakan ke kotak musik Tionghoa itu dilakukan agar tubuh Darcie (Josephine Langford), gadis cantik kaya raya yang suka menghinanya, membusuk. Tak disangka, permintaannya itu pun terkabul. Jadi, Clare mulai memercayai kemampuan kotak itu dalam mengabulkan doa. Namun, yang tidak diketahui dirinya pada mulanya ialah di aksara kuno kotak tersebut, ada peringatan soal konsekuensi mematikan dari setiap permintaan yang dikabulkan.

Setelah tujuh permintaan dika­bulkan, ada juga konsekuensi yang mengerikan. Demikian pula apabila kotak itu dibuang. Nyaris tak ada jalan untuk lari dari segala konsekuensinya.

Itulah kisah yang diangkat Wish Upon, film horor supernatural Amerika yang disutradarai John R Leonetti. Film yang naskahnya ditulis Barbara Marshall ini tidak seperti kebanyakan film horor yang menawarkan ketegangan konstan di tiap adegannya. Masih ada alur cerita yang bisa dinikmati, juga pergulatan psikologis para tokohnya.

Ini bukan tipe film horor yang membuat tegang dan histeris maksimal dari awal sampai akhir, tapi cukup membuat penonton menahan napas di berbagai adegan. Film yang mulai tayang di bioskop Tanah Air mulai pekan depan ini layak dijajal kalau Anda pecinta film horor. (Her/M-4)

Komentar