KICK ANDY

Kopral Kepala Sutardi dan Brigadir Al Muhalid Tentara dan Polisi Berantas Buta Aksara

Sabtu, 22 July 2017 01:46 WIB Penulis: Wnd/M-4

MI/Sumaryanto Bronto

KALAU ada yang mengatakan tentara dan polisi tak bisa bekerja sama, pernyataan itu terbukti salah. Lihat saja kerja sama antara Kopral Kepala (Kopka) Sutardi dan Brigadir Al Muhalid yang mendirikan Rumah Baca Bajo Bahari, Desa Bajo Bahari di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton.

Keduanya merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Babinkamtibmas di desa tersebut dan mendapati fakta hampir 90% penduduk di sana buta aksara.

Lingkungan yang dekat dengan lautan memang membuat anak-anak di usia tujuh tahun karib dan kerap bermain di lautan.

Mereka tidak berpikir untuk sekolah, pun dengan orangtua yang hanya berkutat pada cara mendapatkan uang.

Karena itulah, Sutardi dan Al Muhalid menginisiasi perpustakaan keliling dengan moda transportasi sampan.

Pertama kali mereka mencoba mengajak ibu-ibu dan anak untuk belajar membaca, banyak yang takut dan malu karena sosok kedua pengajar yang berasal dari lingkungan militer.

Namun, hal tersebut tidak membuat Sutardi dan Al Muhalid kecil hati. Mereka tetap berupaya merangkul dan mengajar dengan sabar.

Kini, tingkat buta aksara di desa tersebut berangsur turun hingga berada di angka 45%.

Saat ini, anak-anak justru kerap menanti kedatangan keduanya, terlebih lagi mereka suka menanyakan buku terbaru.

Kebanyakan buku yang berada di rumah baca sudah habis disantap mereka.

Selama ini, Sutardi dan Al Muhalid mendapatkan donasi buku dari netizen dan sumbangan dari teman-teman. Tak hanya mengajar membaca ataupun mengenal huruf, mengenal angka pun dikenalkan kepada bocah-bocah tersebut.

"Pernah kita lagi menulis di papan, pas balik badan, anak-anak sudah pada nyebur ke laut ha ha ha. Tidak mudah, memang, mengajar anak-anak. Harus sabar dan punya pendekatan khusus," kata Al Muhalid.

Dedikasi kedua penegak hukum ini lantas didengar Presiden Joko Widodo.

Mereka pun diundang untuk hadir dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Sutardi dan Al Muhalid sempat tidak yakin akan undangan tersebut karena pihak istana langsung menghubungi mereka bukan melalui atasan.

Namun, kecurigaan mereka terbantahkan, kedua hadir dan disalami Presiden serta dioleh-olehi buku.

"Di buku itu kan ada tulisan dari Presiden, anak-anak langsung berebut dan dibawa pulang, ha ha ha. Bingkisan untuk mereka," imbuh Sutardi.

Komentar