Eksplorasi

Ukuran Tubuh Menentukan Kecepatan Gerak Hewan

Sabtu, 22 July 2017 00:31 WIB Penulis: AFP/Dhk/L-2

AFP

MENGAPA burung elang, cheetah, dan ikan marlin bergerak lebih cepat daripada hewan lain?

Rumusnya ialah 'kaidah kecepatan'.

Begitu kesimpulan hasil riset yang dimuat di jurnal Nature Ecology & Evolution, pekan ini.

Peneliti mengatakan rahasia para binatang tercepat di muka bumi ialah ukuran fisik.

Hewan berukuran tubuh menengah atau yang sedang-sedang saja ialah yang tercepat.

Mereka memiliki keistimewaan untuk memadukan tenaga dan letupan energi menjadi kecepatan.

Menurut peneliti, para hewan cepat bisa berakselerasi sepanjang mereka bisa mengambil energi yang ada pada jaringan otot.

Sebaliknya, lanjut peneliti, faktor kekuatan seperti yang ada pada hewan berawak gagah tidak bisa menjadi penentu kecergasan.

Pada binatang besar, terlalu banyak massa tubuh dan otot.

Hewan yang terlalu kecil tidak punya cukup otot yang dibutuhkan.

Kesimpulan itu didapat setelah peneliti melakukan penghitungan ulang terhadap sejumlah hewan.

Mereka mengesampingkan metode lama yang mengunggulkan faktor otot sebagai penentu kecepatan.

Faktor ukuran dibuat sebagai patokan untuk menghitung kecepatan.

Dengan metode itu, peneliti mengklaim tingkat akurasi 90%.

"Para peneliti sudah lama bergelut dengan fakta hewan besar bukanlah yang tercepat. Seandainya otot menjadi penentu, gajah mungkin bisa berlari maksimal hingga 600 km/jam.

"Faktanya, gajah hanya mampu berlari 32 km/jam," ujar ahli biologi asal Centre for Integrative Biodiversity Research, Jerman, Myriam Hirt.

Peneliti menguji hipotesis mereka terhadap 454 spesies berbobot 1 gram hingga 10 ton, dari yang teringan, yakni moluska, hingga yang terbongsor, yaitu paus biru.

Menurut hitungan peneliti, rekor tercepat semua hewan itu dipegang burung elang dengan kemampuan mengudara mencapai 195 km/jam.

Di darat, cheetah menjadi raja dengan kecepatan hingga 120 km/jam. Sementara itu, lari Jerapah bisa mencapai 60 km/jam, sedangkan manusia hanya mampu berlari hingga 44 km/jam.

Di dalam air, ikan marlin hitam menjadi yang tercepat dengan 130 km/jam, sedangkan tuna sirip biru bisa bergerak di air hingga 70 km/jam.

T-rex lambat

Menurut peneliti, rumus 'kaidah kecepatan' yang bertumpu pada ukuran tubuh itu juga bisa berlaku pada spesies dinosaurus.

Karena itu, mereka juga melakukan pemodelan terhadap sejumlah dinosaurus.

Velociraptor, tambah peneliti, bisa berlari hingga 50 km/jam, sedangkan predator berbadan gagah seperti T-rex disebut hanya mampu mencapai setengah dari kecepatan velociraptor.

Komentar