Polkam dan HAM

DPR Bantah Kedepankan Kepentingan Parpol

Kamis, 20 July 2017 21:50 WIB Penulis: Nur Aivanni

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) belum juga menemukan kata sepakat terkait lima isu krusial dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu.

Padahal sudah berkali-kali pengesahan RUU Pemilu terus diundur dan lobi-lobi pun terus dilakukan, tetap saja mereka masih berkutat dalam pembahasan ambang batas pencalonan presiden, ambang batas parlemen, alokasi kursi per dapil, sistem pemilu, dan metode konversi suara.

Sampai pembicaraan tingkat II di dalam sidang paripurna pun pengambilan keputusan terhadap RUU Pemilu masih belum juga diketok. Persoalan ambang batas pencalonan presiden masih alot diperdebatkan, antara kubu pendukung ambang batas 20% dengan 0%.

Lambannya DPR dalam mengesahkan RUU Pemilu tersebut pun memunculkan kesan bahwa anggota dewan lebih mengedepankan kepentingan partai politik ketimbang kepentingan rakyat. Padahal, anggota dewan yang merupakan wakil rakyat sejatinya menyuarakan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok.

Namun anggota DPR Fraksi Golkar Firman Soebagyo pun membantah anggapan tersebut. "Enggak juga. Jadi ini memang kalau yang namanya UU Pemilu ini ada kepentingan politik di dalamnya. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri, tidak bisa kita hindari bahwa yang namanya tarik-menarik itu biasa. Makanya ada lobi-lobi yang nanti ada titik temu," tuturnya.

Namun, sambung dia, kepentingan politik yang dikedepankan adalah untuk menjadikan perpolitikan nasional lebih baik. "Jadi untuk kepentingan rakyat juga ke depannya," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPR dari Fraksi PPP Achmad Baidowi. Ia mengatakan bahwa apapun yang dihasilkan oleh DPR produknya politik."Kalau kepentingan politik ada di situ ya wajar. Tapi bukan berarti kita mendahulukan kepentingan kelompok, kita lebih mengedepankan kepentingan kebersamaan supaya tidak terjadi kegaduhan di antara sesama parpol. Karena parpol merupakan pilar demokrasi juga," tandasnya.

Sampai berita ini ditulis forum lobi kedua paripurna pengambilan keputusan soal RUU Pemilu masih berlangsung. (X-12)

Komentar