Polkam dan HAM

Pemerintah-Telegram Cari Solusi Bersama

Senin, 17 July 2017 20:30 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

ANTARA/Muhammad Adimaja

SEUSAI pemblokiran, saat ini pemerintah dan pihak Telegram tengah mencari jalan tengah.

Menurut Juru Bicara Presiden Johan Budi SP, langkah itu dilakukan agar kepentingan perusahaan Telegram dan pemerintah Indonesia bisa sama-sama terakomodasi.

"Saya kira pasti ada jalan tertentu yang dicari. Jalan tengahlah," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7).

CEO Telegram Pavel Durov sebelumnya sudah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia. Mereka pun berkomitmen menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi imbas negatif aplikasinya.

Sikap kooperatif Telegram, jelas Johan, membuka kembali hubungan kerja sama yang lebih baik untuk kedua pihak.

"Ganjalannya sebenarnya cuma satu, yakni keamanan negara. Bagaimana jalan tengahnya? Sekarang ini sedang dibahas antara pemerintah, dalam hal ini Menteri Kominfo dengan pihak Telegram," tandas Johan.

Meski menuai protes, pemerintah berkukuh memblokir Telegram. Alasan pemblokiran Telegram oleh pemerintah adalah karena platform ini digunakan untuk berkomunikasi dan menyebarkan ajaran-ajaran teroris dan radikalisme. (X-12)

Komentar