Megapolitan

Polisi dan Dinas Pendidikan Investigasi Bullying di Thamrin City

Senin, 17 July 2017 19:36 WIB Penulis: Nicky Aulia Widadio

ANTARA/ISMAR PATRIZKI

POLSEK Metro Tanah Abang akan memintai keterangan sejumlah pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang melakukan aksi perploncoan terhadap siswa kelas 7, SB, di Thamrin City. Selama pemeriksaan, mereka akan didampingi oleh orang tua serta guru.

"Rencananya besok sekitar pukul 10 pagi kami memanggil mereka sebagai saksi, setelah itu baru ambil langkah," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang Komisaris Mustakim, Senin (17/7).

Pemeriksaan terhadap siswa-siswi SMP yang berjumlah sekitar tujuh hingga delapan orang tersebut juga melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Pasalnya, mereka masih tergolong di bawah umur.

"Karena ini anak-anak, maka prosedurnya memanggil orang tua anak-anak itu dan pihak sekolah maupun P2TP2A," tambahnya.

Di tempat lain, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga langsung melakukan investigasi pasca viralnya kasus bullying anak SMP di kawasan Thamrin City tersebut. Investigasi dilakukan bersama dengan sejumlah institusi.

"Hari ini saya tunggu investigasi. Intinya, hari ini polisi, dinas pendidikan dan sudin, sedang melakukan investigasi kronologisnya," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI, Sopan Idrianto saat dihubungi.

Sopan menjelaskan, kasus bullying di Thamrin City tersebut terjadi di luar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Diketahui masa MPLS atau MOS di DKI Jakarta dimulai 10-12 Juli.

"Nah selama masa itu tidak ada pengaduan terjadi perploncoan dan kekerasan. Jadi tidak ada satupun pengaduan," jelas Sopan.

Sementara untuk kejadian bullying terjadi pada Jumat (14/7). Diketahui antara pelaku dan korban merupakan siswa SMP di salah satu sekolah negeri di Jakarta. "Tapi pelaku ada juga yang bukan dari SMP yang sama," terang dia.

Dari video yang tersebar, seorang siswa perempuan dijambak di Thamrin City. Ia dijambak, disuruh sujud dan disuruh mencium kaki oleh siswa perempuan dan siswa laki-laki lainnya. (MTVN/X-12)

Komentar