Nusantara

Kecewa Hasil PPDB, Sekelompok Orang Rusak Kantor BPPP V Jabar

Senin, 17 July 2017 19:07 WIB Penulis: Nurul Hidayah

ANTARA/AGUS BEBENG

MERASA tidak puas dengan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), puluhan orang menendang pintu dan memaksa masuk ke Kantor Kepala Balai Pelayanan dan Pengawas Pendidikan (BPPP) Wilayah V Jawa Barat. Proses hukum hingga kini masih terus dilakukan.

Berdasarkan keterangan seorang petugas keamanan Kantor BPPP Wilayah V Jabar, Jiman Didin, mengungkapkan sejak Senin (17/7) pukul 09.00 WIB, puluhan orang sudah menggeruduk kantornya.

"Puluhan orang tersebut langsung berteriak-teriak sambil marah-marah dan mencari Ibu Kepala BPPP Wilayah V Jabar," kata Jiman.

Ia menambahkan, pihaknya pun sudah menjelaskan bahwa Kepala Kantor BPPP tidak ada di kantor. Namun, kelompok orang tersebut langsung menerobos masuk.

"Saya sampai ditarik ke luar, mereka bilang jangan ikut campur," ungkap Jiman yang telah berupaya mencegah orang-orang tersebut masuk ke kantor.

Setelah berhasil menembus pintu masuk Kantor BPPP, kelompok orang itulangsung mengacak-acak ruangan. Pintu ruangan tamu dan pintu ruangan Kepala BPPP Wilayah V Jabar langsung didobrak. Atas perlakuan tersebut, pihak BPPP pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Cirebon Kota yang langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sebetulnya kelompok tersebut hendak melakukan aksi ke Kantor Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Cirebon, salah satu sekolah favorit di kota itu. Namun, karena dijaga ketat aparat keamanan, mereka pun mengalihkan aksi ke Kantor BPPP Wilayah V Jabar.

Karena melakukan tindakan anarkistis, petugas kepolisian yang berjaga mengangkut paksa belasan orang tersebut langsung ke Polres Cirebon Kota untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Bachtiar, yang juga datang ke lokasi kejadian, menyatakan, semua warga berhak untuk menyampaikan aspirasi, keberatan, maupun ketidakpuasan.

"Namun, cara menyampaikan pendapat tidak boleh dilakukan dengan melanggar hukum, kekerasan, dan melanggar aturan-aturan lainnya," kata Adi.

Menurut Kapolres, yang ditemuinya di Kantor BPPP sudah terjadi aksi kekerasan oleh kelompok orang tersebut, dengan bukti-bukti pintu ruangan yang rusak akibat didobrak dan ditendang.

"Saya sebagai aparat penegak hukum, harus menegakkan hukum. Siapa pun yang melanggar hukum, harus berhadapan dengan hukum. Kalau dibiarkan akan membawa dampak tidak baik terhadap keberlangsungan pemerintahan di Kota Cirebon," kata Adi.

Sedikitnya 15 orang diamankan dan saat ini berstatus terperiksa.

"Kita proses dulu, baru kita tentukan pasal apa yang akan dijerat. Kita tidak bisa menentukan pasal tanpa melakukan pemeriksaan," ungkap Kapolres.

Selanjutnya, ia meminta agar masyarakat tidak melakukan tindakan seperti preman. Ia menduga kemarahan warga akibat dipicu kecurangan yang terjadi dalam PPDB. Sementara hingga berita ini diturunkan, sebanyak 15 orang masih dalam pemeriksaan di markas Polres Cirebon Kota. (OL-2)

Komentar