Nusantara

Bawa Sabu 4 Kilogram, Suami Istri Ditangkap BNNP Sumsel

Senin, 17 July 2017 17:05 WIB Penulis: Dwi Apriyani

MI/DWI APRIANI

SEPASANG suami istri berinisial EN dan NH, warga asal Aceh, ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel karena membawa sabu seberat 4 kilogram. Penangkapan itu berdasarkan informasi yang didapat BNNP Sumsel, satu pekan lalu.

Informasi yang diperoleh menyatakan bahwa akan ada pengiriman sabu melalui jalur darat atau yang melintas di Palembang.

"Kami langsung lakukan penyelidikan dan kami turunkan tim untuk mendapati pengirim sabu ini. Kami menangkap EN dan NH di salah satu bus umum saat hendak mengantar pesanan ke Palembang," kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Anthoni Hutabarat, Senin (17/7).

Diakuinya, sabu 4 kilogram itu bukan hanya untuk pesanan di Palembang melainkan juga ada yang akan diantar ke Bali. Karena kerjakeras tim, akhirnya kedua tersangka dan barang bukti berhasil diamankan.

"Kedua tersangka ini membawa sabu dari Aceh yang akan diedarkan di Bali. Sepasang suami istri ini mengaku diperintahkan orang berinisial AS untuk mengantarkan BB tersebut ke Bali. Namun, tugas kedua tersangka ini hanya sampai batas Palembang karena di sana akan ada orang lagi yang menjemput," kata dia.

Kemudian, pihaknya mendalami dan akhirnya berhasil mengamankan kembali kedua tersangka yakni dua perempuan berinisial SA dan ID di sebuah hotel di Palembang.

"SA dan ID ini asalnya dari Aceh yang tugasnya mengantarkan dari Palembang ke Bali, sedangkan EN dan NH ini dari Jawa Timur," jelasnya.

EN dan NH akan membawa sabu ini melalui jalur udara dan sesampai di Bali akan dijemput oleh seseorang. Pihaknya saat ini masih mendalami lagi kasus ini apakah ada hubungannya dengan penangkapan di Batam, Riau dan beberapa tempat baru ini.

Sementara itu, Wakil Kepala Diresnarkoba Polda Sumsel, AKBP Amazon mengatakan, untuk sementara keempat tersangka ini ditetapkan sebagai kurir. Keempat tersangka ini nantinya diancam pasal 112, pasal 114 dan pasal 132 yang ancamannya penjara seumur hidup.

"Hukuman maksimalnya hukuman mati," kata dia.

Diakuinya, Sumsel sangat rentan menjadi jalur peredaran narkoba. Sebab selain jadi daerah perlintasan, geografis Sumsel juga sangat berpotensi menjadi titik-titik peredaran narkoba.

"Baik BNNP, Bea Cukai, Kemenkumham dan Polda Sumsel selalu bekerjasama dan berkoordinasi untuk mendapati mereka-mereka yang mengedarkan narkoba, baik jalur darat, udara dan perairan," tandasnya. (OL-6)

Komentar