Olahraga

Alex Noerdin Sayangkan Sosialisasi Asian Games Terlambat

Senin, 17 July 2017 16:59 WIB Penulis: Dwi Apriyani

MI/DWI APRIANI

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI baru pertama kalinya menggelar sosialisasi event akbar Asian Games di luar DKI Jakarta. Kini sosialisasi itu dilakukan di Palembang, Sumatra Selatan.

Adanya kegiatan sosialisasi even yang akan berlangsung tahun depan itu disayangkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, sebab dinilai sangat terlambat.

Alex mengungkapkan, kesepakatan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia telah dilakukan tiga tahun lalu, di Inchion, Korea Selatan.

Kesepakatan tersebut dilakukan tidak hanya oleh petinggi pemerintahan Indonesia, tetapi diikuti juga oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

"Tiga tahun yang lalu saya menyepakati sebagai tuan rumah Asian games di Inchion. Seharusnya, sejak itu gebrakan mensosialisasikan Asian Games 2018. Jadi, sekarang tinggal eksen dilapangan. Sebenarnya, kami (Sumsel) sudah lalukan itu (sosialisasi) sejak lama," katanya.

Dia menambahkan, barangkali banyak pihak yang tidak percaya melihat persiapan Sumsel tuan rumah Asian Games 2018. Kota Palembang dengan Jakabaring Sport City (JSC), telah mati-matian menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Di saat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mencukupi, Sumsel mempunyai kelebihan pengalaman, teruji, dan mempunyai motivasi paling kuat.

Pengalaman tersebut dibuktikan sejak berdirinya JSC, berbagai event olahraga tingkat nasional dan internasional pernah menggunakan fasilitas olahraga yang terintegrasi dalam satu kawasan tersebut. Seperti, Sea Games, Islamic Solidarity Games (ISG), dan event internasional lainnya.

"Tapi kami tidak usah dikhawatirkan, itu tanggungjawab saya. Insya Allah lebih baik dari Jakarta. Tapi ini satu kesatuan, kalau di Palembang baik di Jakarta tidak, sama saja," ujarnya.

Saat ini, menurut Alex, untuk mensukseskan Asian Games 2018 tidak lagi melalui panel diskusi. Melainkan, aksi di lapangan, yang melibatkan seluruh daerah, bahkan hingga tingkat kelurahan.

"Kalau di sini, saya jamin siap," tegasnya.

Bahkan, pihaknya menyakini siap merekrut 3 ribu relawan (volunteer), tapi pihaknya terkendala dengan pendanaan. Padahal, lanjut Alex, para volunteer harus mendapatkan pelatihan terlebih dahulu.

"Saya telah menginstruksikan Kabupaten/kota membeli mobil SUV warna hitam, dengan menggunakan APBD. (Mobil SUV) itu nanti dipinjamkan selama 2 bulan, saat Asian Games dengan sopir, minyak dan lainnya di tanggung bupati/wali kota," ujarnya.

Direktur Kemitraan Komunikasi Kominfo, Dede Suryanandika mengatakan, sosialisasi Asian Games 2018 memang baru pertama kali disosialisasikan di luar daerah DKI Jakarta.

"Ini yang pertama di luar daerah, nanti juga akan ada di Bandung," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sosialisasi Asian Games 2018 dilakukan agar promosi dan informasi lebih di dengarkan lagi, dan menjadi magnet perhatian Indonesia di dunia. "

Ini perlu mendapatkan dukungan selurh masyarakat Indonesia. Jakarta tuan rumah utama, Palembang juga siap menggelar," tandasnya. (OL-6)

Komentar