Polkam dan HAM

Gugatan Praperadilan Hary Tanoe Ditolak

Senin, 17 July 2017 16:15 WIB Penulis: Arga Sumantri

MI/ARYA MANGGALA

PENGADILAN Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Polisi dinilai sah menetapkan terhadap Hary sebagai tersangka.

Dalam amar putusannya, hakim tunggal praperadilan Cepi Iskandar menolak eksepsi Hary dan menolak seluruh gugatan praperadilan Hary.

"Mengadili, dalam pokok perkara permohonan praperadilan pemohon. Dan penetapan tersangka atas nama Hary Tanoesoedibjo adalah sah. Selanjutnya membebankan biaya negara sebesar nihil," kata Cepi saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Atas putusan itu, hakim menyimpulkan kalau penetapan tersangka terhadap Hary Tanoe sah secara hukum. Hakim Cepi menilai polisi telah memilik bukti permulaan yang cukup dalam proses penetapan tersangka.

"Hakim berkesimpulan dalil pemohon yang menyatakan penyidikan tidak berdasar hukum harus dikesampingkan," lanjutnya.

Polisi menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka atas kasus dugaan adanya pesan ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan singkat (SMS). Hary pun ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni 2017.

Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe karena merasa terancam menerima SMS 'kaleng' itu. Saat itu, Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi Mobile-8 yang juga disebut melibatkan Hary.

Hary dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 15 tahun. (MTVN/X-12)

Komentar